Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kesadaran Cegah Stunting Masih Rendah

Eka Prasetya • Jumat, 5 Januari 2024 | 13:10 WIB
CEGAH STUNTING:  Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Buleleng,  Nyoman Suyasa.
CEGAH STUNTING: Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Buleleng, Nyoman Suyasa.

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Kesadaran masyarakat dalam mencegah stunting masih rendah. Pemerintah berharap calon pengantin dan orang tua, rutin datang ke posyandu melakukan skrining kesehatan, sebagai langkah pencegahan stunting.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Buleleng, Nyoman Suyasa, pada Kamis (4/1/2023).

Stunting merupakan gagal tumbuh kembang anak dan kurangnya gizi kronis. Biasanya stunting ditandai dengan gangguan pertumbuhan anak. Baik dari berat badan maupun tinggi badan.

Menurut Suyasa, DP2KBP3A Buleleng mempunyai program pencegahan stunting dengan melibatkan 610 Tim Pendamping Keluarga (TPK). Tim terdiri dari kader keluarga berencana, kesehatan, dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di masing-masing desa dan kelurahan. 

TPK bertugas untuk mendampingi calon pengantin, ibu hamil dan balita untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat. Sekaligus mencatat kebutuhan selama intervensi, sehingga stunting bisa dicegah. 

Pemerintah desa juga diharapkan mengalokasi dana untuk memberikan makanan pendamping asi (MPA) termasuk suplemen bagi ibu hamil agar kesehatannya terjaga dan mencegah potensi anak stunting saat melahirkan nanti.

"Umur ideal intervensi stunting adalah balita berusia 2 tahun dan minimal 5 tahun. Dimana pada umur itu tingkat terlepas dari stunting sebesar 90%. Jika diatas 5 tahun baru konsultasi, maka tingkat pencegahannya hanya 10% saja," ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat rutin datang ke posyandu untuk skrining kesehatan ibu hamil maupun pemantauan gizi anak. Baik pada masa kehamilan maupun setelah kehamilan. Sehingga tumbuh kembang anak dapat dipantau. (*)

 

Editor : Eka Prasetya
#skrining kesehatan #pencegahan stunting #gizi anak #stunting