RadarBuleleng.id - Masyarakat di Bali harus meningkatkan kewaspadaan terkait dengan penyakit demam berdarah.
Penyakit tersebut terbukti mematikan. Buktinya sepanjang tahun ini sudah ada 3 orang yang meninggal akibat penyakit tersebut.
Kasus kematian akibat penyakit demam berdarah itu ditemukan di RSUD Klungkung, Bali.
Sepanjang tahun ini saja, ada 437 orang yang terjangkit demam berdarah. Dari ratusan orang itu, ada 31 orang yang masih menjalani perawatan.
“Tahun ini yang paling dahsyat (kasus DB),” ungkap Direktur RSUD Klungkung, dr. I Nengah Winata, Rabu (24/4/2024).
Baca Juga: Cegah Demam Berdarah, Tinggal Manfaatakan Kulit Buah Mangga
Menurutnya penyakit demam berdarah bisa menjangkiti berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari anak-anak hingga dewasa.
Terbukti ada 23 orang anak-anak yang sempat dirawat di rumah sakit.
“Dari jumlah kasus tersebut, sebanyak tiga orang pasien meninggal dunia,” ungkapnya.
Terkait dengan peningkatan kasus demam berdarah, Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, I Gusti Ayu Ratna Dwijawati mengaku sudah terus bergerak melakukan penanganan untuk menekan kasus.
Menurutnya tim fogging hampir setiap hari bergerak melakukan penyemprotan.
Hanya saja, fogging bukan jalan utama menekan kasus demam berdarah. Jalan utama untuk menekan demam berdarah adalah pemberantasan sarang nyamuk. Langkah ini, tentu saja memerlukan peran serta masyarakat.
Ratna mengatakan, pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan dengan rutin, sehingga potensi pertumbuhan nyamuk dapat ditekan.
Pihaknya juga menghimbau agar masyarakat yang mengalami gejala, seperti demam, segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat. Sehingga mendapat penanganan cepat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya