SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Penyakit meningitis kembali merebak di Bali. Kali ini penyakit tersebut menyebabkan belasan orang warga di Karangasem tumbang.
Beberapa orang diantaranya harus dilarikan ke RS Prof. Ngoerah Sanglah di Denpasar, karena kondisinya yang mengkhawatirkan.
Berdasarkan penelusuran Dinas Kesehatan Karangasem, masyarakat yang terjangkit meningitis itu diduga kuat sempat mengonsumsi lawar getih matah.
Makanan itu diduga kuat mengandung bakteri streptococcus suis. Mengingat bakteri itu biasa bersarang pada darah hewan, khususnya babi.
Baca Juga: Belasan Orang Warga Bali Tumbang Usai Santap Lawar Getih. Diduga Kena Penyakit Meningitis
Di Kabupaten Buleleng, peristiwa serupa pernah terjadi pada tahun 2023 lalu.
Mengantisipasi peristiwa serupa, Dinas Kesehatan Buleleng menerbitkan surat edaran sebagai langkah pencegahan. Yakni lewat surat edaran nomor 400.7.7/2820/V/2023.
Surat edaran tersebut sebenarnya sudah diterbitkan sejak tahun 2023 silam, sebagai acuan untuk mengantisipasi penyakit yang juga dikenal dengan sebutan radang selaput otak itu.
Total ada delapan poin himbauan dalam edaran tersebut. Salah satu poinnya, warga diminta bijak mengonsumsi olahan babi, dengan cara menghindari mengonsumsi olahan babi dalam kondisi mentah.
Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kewaspadaan dini kepada para camat dan perbekel di Buleleng.
Dalam himbauan itu, Diskes menganjurkan agar warga memasak daging babi hingga suhu internal 70 derajat celcius atau hingga air kaldu jernih.
“Babi yang mati mendadak jangan sampai dikonsumsi. Lebih baik dikubur. Ini sudah pernah kami sampaikan ke masyarakat, melalui camat dan perbekel pada tahun lalu,” kata Sucipto.
Selain itu, Dinas Kesehatan Buleleng juga menginstruksikan petugas promosi kesehatan (promkes) mengedukasi masyarakat agar mengonsumsi olahan babi dengan lebih aman.
Dinas Kesehatan bersama Dinas Pertanian (Distan) juga mengawasi rumah jagal babi yang ada di Buleleng.
Tujuannya, memastikan babi-babi yang dijagal dalam kondisi sehat dan bebas infeksi. Sehingga masyarakat juga terlindungi saat mengonsumsi makanan.
“Kalau mau makan daging babi, diolah dulu. Supaya kumannya mati. Jangan menyajikan dalam bentuk mentah. Mudah-mudahan masyarakat paham,” imbuhnya.
Berikut poin-poin himbauan pemerintah sebagai cara mencegah meningitis:
1. Memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya yang berkaitan dengan peternakan dan pengolahan daging babi.
2. Mencuci tangan, lengan dan bagian tubuh terbuka lainnya secara menyeluruh setelah kontak dengan babi atau daging babi.
3. Menutup luka terbuka dengan penutup luka anti air pada saat kontak dengan babi atau daging babi.
4. Menggunakan sarung tangan yang sesuai.
5. Menjauhkan daging babi mentah dari makanan lainnya.
6. Memasak daging babi sampai minimal suhu internal 70 derajat celcius atau sampai air kaldu jernih.
7. Segera berobat ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lain apabila terdapat gejala demam setelah terpapar babi atau produk olahan babi.
8. Tidak mengkonsumsi daging yang berasal dari babi yang kondisinya sakit atau mati mendadak. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya