RadarBuleleng.id - Penyakit meningitis menjadi momok di Bali. Belum lama ini penyakit itu ditemukan di Karangasem, Bali.
Akibat penyakit tersebut, seorang warga dinyatakan meninggal dunia. Sementara belasan lainnya harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Mereka diduga mengalami meningitis setelah mengonsumsi hidangan lawar getih yang menggunakan darah babi mentah.
Asal tahu saja, meningitis adalah penyakit kronis yang berbahaya bahkan bisa mematikan.
Meningitis merupakan peradangan pada selaput pelindung yang melapisi otak dan sumsum tulang belakang.
Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau jamur. Secara khusus, meningitis bakteri sangat berbahaya dan memerlukan penanganan medis segera.
Mengenali gejala awal meningitis bisa menyelamatkan nyawa dan mencegah komplikasi serius.
Sebagaimana dikutip dari JawaPos.com, berikut beberapa gejala meningitis yang perlu Anda ketahui.
Demam Tinggi yang Mendadak
Demam tinggi secara tiba-tiba adalah salah satu gejala awal meningitis. Demam ini sering disertai menggigil dan keringat berlebihan.
Jika Anda atau orang yang Anda kenal mengalami demam tinggi tanpa penyebab yang jelas, segera temui dokter.
Sakit Kepala Hebat
Sakit kepala yang hebat dan tidak biasa merupakan tanda umum dari meningitis. Sakit kepala ini sering kali dirasakan di seluruh bagian kepala dan tidak hilang dengan obat biasa. Intensitas sakit kepala ini bisa sangat tinggi.
Leher Kaku
Leher kaku adalah gejala khas meningitis. Anda mungkin merasa sangat sulit untuk menundukkan kepala atau menyentuhkan dagu ke dada. Leher kaku biasanya disertai nyeri dan ketidaknyamanan yang parah.
Mual dan Muntah
Mual dan muntah yang tidak jelas penyebabnya juga merupakan gejala meningitis. Gejala ini bisa terjadi bersamaan dengan demam dan sakit kepala. Jika Anda mengalami mual dan muntah yang berkepanjangan, segera konsultasikan dengan dokter.
Sensitivitas terhadap Cahaya
Sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia) adalah tanda lain dari meningitis. Anda mungkin merasa sakit mata atau ketidaknyamanan saat melihat cahaya terang.
Jika Anda mengalami gejala ini, hindari cahaya terang dan segera periksakan diri ke dokter. (*)
Editor : Eka Prasetya