SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Penyakit demam berdarah tidak bisa dipandang remeh. Seorang siswa kelas 2 SD di Buleleng menjadi korban keganasan demam berdarah.
Siswa yang baru berusia 8 tahun itu, meninggal dunia setelah dinyatakan positif terjangkit penyakit demam berdarah.
Korban adalah Kadek Partha Dwipayana, 8 tahun. Dia merupakan pelajar asal Banjar Dinas Lebah, Desa Dencarik, Kecamatan Banjar, Buleleng.
Baca Juga: Waspada! Demam Berdarah Makin Marak, 3 Orang Sudah Jadi Korban
Dia sempat dirawat di rumah sakit, sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di RSUD Buleleng pada Minggu (8/9/2024).
Informasi yang dihimpun RadarBuleleng.id, mendiang sebenarnya sudah mengalami demam sejak Minggu (25/8/2024) lalu.
Selama seminggu lebih, kondisinya tak kunjung pulih. Sehingga keluarga mendiang melarikan korban ke RSUD Tangguwisia di Seririt.
Setelah menjalani pemeriksaan, tim medis memutuskan merawat bocah itu. Namun keesokan harinya, kondisinya terus melemah.
Tim medis kemudian merujuknya ke RSUD Buleleng pada Sabtu (7/9/2024). Setelah sempat dirawat selama semalam, korban dinyatakan meninggal dunia.
Baca Juga: Kasus Demam Berdarah Dengue Meningkat, Buleleng Akan Fogging Massal
Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD saat dikonfirmasi membenarkan adanya korban yang meninggal akibat demam berdarah.
“Ada satu korban. Meninggal hari Minggu, tanggal 8 September 2024,” ujarnya.
Menurut Arya, hasil laboratorium menunjukkan korban mengalami demam berdarah. Kondisi korban terus melemah saat menjalani perawatan.
“Kondisi makan dan minumnya terus berkurang. Terakhir hanya satu kali. Jadi kondisinya benar-benar lemah,” jelas Arya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya