SINGARAJA, RadarBuleleng.id - RSUD Buleleng meluncurkan Sistem Terintegrasi Pelayanan Gawat Darurat atau yang disingkat Si Tri Datu.
Sistem pelayanan tersebut diharapkan dapat menekan angka kematian masyarakat, terutama yang memerlukan layanan gawat darurat.
Sistem tersebut diluncurkan di Buleleng Command Centre Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Kominfo Santi) Buleleng pada Sabtu (23/11/2024).
Direktur RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD. mengatakan, sistem itu diharapkan dapat menjawab masalah soal tingginya angka kesakitan dan kematian.
Ia tak menampik tingginya kasus gawat darurat yang belum bisa ditangani dengan cepat. Sebut saja kecelakaan lalu lintas, serangan jantung, stroke, maupun kasus ibu melahirkan dan bayi baru lahir.
”Inovasi ini memberikan output respon cepat penanganan pasien gawat darurat dan luarannya menurunkan angka kesakitan dan kematian, sehingga menaikkan angka derajat kesehatan masyarakat buleleng dan sekitarnya,” ujar Arya.
Lewat sistem itu, RSUD Buleleng berusaha menggandeng Dinas Kominfo Santi Buleleng, Dinas Perhubungan Buleleng, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Buleleng, hingga Polres Buleleng.
Dengan kolaborasi bersama dengan sejumlah stakeholder, Arya yakin bisa meningkatkan waktu respon dalam menangani pasien gawat darurat.
“Dalam konteks gawat darurat, waktu sangat krusial. Dengan kerjasama, kami yakin masyarakat yang mengalami kondisi medis gawat darurat bisa diantar lebih cepat ke rumah sakit,” ujar Arya.
Teknisnya, masyarakat dapat menghubungi call center yang tersedia. Informasi dari masyarakat akan diteruskan admin medis ke RSUD Buleleng. Selanjutnya rumah sakit akan menyiapkan sarana pelayanan yang sesuai.
”Sehingga begitu pasien masuk rumah sakit, maka di rumah sakit sudah siap pelayanan. Entah itu pemasangan ring jantung, penanganan stroke, atau operasi ibu melahirkan,” lanjutnya.
Sementara itu, Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana mengatakan, inovasi di bidang kesehatan ini dapat menjadi wujud nyata, dalam pemecahan masalah yang ada di masyarakat.
Inovasi ini juga meningkatkan tata kelola, sebab melakukan efektifitas dan efisiensi anggaran. Namun yang utama, tetap memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat.
”Tapi masyarakat juga harus diberi tahu bagaimana cara aksesnya. Harus menyentuh langsung ke masyarakat,” ujar Lihadnyana. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya