Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Duh! Angka Kematian Ibu dan Bayi di Buleleng Meningkat. Begini Strategi Dinas Kesehatan Buleleng

Eka Prasetya • Senin, 28 April 2025 | 00:45 WIB

 

Ilustrasi ibu hamil
Ilustrasi ibu hamil

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng, Bali, mengungkap data mengejutkan. 

Angka kematian ibu dan bayi sepanjang tahun 2024 mengalami kenaikan, bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. 

Pada 2023, angka kematian ibu di Buleleng tercatat sebanyak 67,66 per 100.000 kelahiran hidup. Namun pada tahun 2024, angka tersebut melonjak menjadi 99,87 per 100.000 

kelahiran. Kematian bayi pun naik drastis, dari 6,2 per 1.000 kelahiran hidup pada 2023 menjadi 12,93 per 1.000 kelahiran hidup tahun 2024.

Situasi tersebut langsung menjadi perhatian serius. Dinas Kesehatan Buleleng pun menyiapkan layanan kesehatan untuk memperkuat deteksi dini.

Baca Juga: Inspiratif! Daun Pakis Diolah Jadi Es Krim. Baik Bagi Ibu Hamil dan Menyusui

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, Nyoman Budiastawan, mengakui bahwa kematian ibu dan bayi masih menjadi tantangan klasik yang dihadapi setiap tahun.

"Penyebabnya beragam, bukan hanya faktor kesehatan. Kasus HIV/AIDS, TBC, hingga tingginya angka ibu hamil dengan anemia juga berpengaruh,” jelasnya.

Menurutnya ada faktor 4T yang juga ikut berpengaruh. Keempat faktor itu adalah terlalu tua saat melahirkan, terlalu muda saat melahirkan, terlalu dekat jarak kehamilan, dan terlalu banyak memiliki anak.

“Semuanya itu punya pengaruh. Malah memperbesar faktor komplikasi,” ujarnya.

Baca Juga: Miris! Demi Melahirkan di Rumah Sakit, Ibu Hamil di Bali Harus Jalan Kaki Dua Kilometer

Ia menyebut, penanganan angka kematian ibu hamil dan bayi sangat kompleks. Menurutnya, ibu yang sehat akan melahirkan anak yang sehat. 

“Kalau kehamilan berisiko tinggi, bayi juga akan menghadapi risiko yang sama," lanjutnya.

Untuk menekan kasus kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir, Dinkes Buleleng telah menyiapkan program Integrasi Layanan Primer untuk 2025. 

Konsepnya, setiap Posyandu akan melayani pemeriksaan bayi, ibu hamil, remaja, hingga lansia sekaligus di satu lokasi. 

Selain itu, Dinkes Buleleng juga akan mengerahkan dokter spesialis kandungan dan spesialis anak untuk memberikan layanan di Posyandu. Sehingga mereka bisa memantau kondisi kesehatan calon ibu, ibu hamil, dan bayi.

"Layanan kesehatan kami dekatkan langsung ke masyarakat. Jika ditemukan ibu berisiko tinggi sejak awal, bisa langsung diintervensi sehingga potensi kematian dapat ditekan," ungkap Budiastawan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kehamilan #dinas kesehatan #kesehatan #ibu hamil #hamil #bayi #buleleng #melahirkan #anemia