Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Beh! Ada Kasus Bullying Dokter di RSUP Prof. Ngoerah. Direksi Janji Tindak tegas

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 9 Mei 2025 | 14:47 WIB

 

Ilustrasi kekerasan dan bullying
Ilustrasi kekerasan dan bullying

RadarBuleleng.id – Dunia kedokteran kembali jadi sorotan, kali ini terkait praktik perundungan di lingkungan pendidikan dokter spesialis. 

Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. I.G.N.G. Ngoerah tercatat sebagai rumah sakit dengan jumlah pengaduan perundungan terbanyak ketiga secara nasional sepanjang 2023. Data ini dirilis langsung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Yang mengejutkan, fakta ini baru terungkap tanpa ada seorang pun bersuara dari internal rumah sakit. 

Direktur Utama RSUP Prof Ngoerah, dr. I Wayan Sudana, pun membenarkan laporan tersebut.

“Bentuknya kebanyakan kekerasan verbal. Tapi tetap saja, perundungan dalam bentuk apapun tidak bisa dibenarkan,” ujar Sudana usai menghadiri acara Bali Stroke Care.

Sudana mengaku pihaknya terus mengingatkan seluruh tenaga kesehatan untuk menjunjung tinggi etika profesional, termasuk dalam komunikasi sehari-hari. 

Menurutnya, banyak tindakan verbal yang kerap dianggap sepele tapi sebenarnya berdampak serius pada korban.

“Biasanya terkait karakter seseorang. Itu tidak boleh. Kami sudah tegaskan berulang kali,” ucapnya.

Ia menyambut baik langkah Kemenkes yang lebih terbuka dan sistematis dalam mencatat serta melaporkan kasus-kasus kekerasan di lingkungan rumah sakit. 

“Data 2023 itu disampaikan secara apa adanya. Tidak ada yang ditutupi. Kalau dulu-dulu mungkin belum pernah tercatat seperti ini,” ungkapnya.

Setelah temuan itu dipublikasikan, manajemen RSUP Prof Ngoerah langsung bergerak cepat. 

Sosialisasi internal digencarkan, regulasi khusus disiapkan, dan sistem pelaporan diperkuat untuk mencegah serta menangani kasus serupa.

“Semua pimpinan kami sudah diingatkan. Tidak boleh lagi ada praktik perundungan, apalagi dalam sistem pendidikan,” tegas Sudana.

Bahkan, jika terbukti ada pelanggaran, Sudana memastikan tidak akan ada toleransi, siapapun pelakunya.

“Kalau sampai terjadi, sanksi akan kami jatuhkan. Dari teguran ringan sampai sanksi berat. Tidak pandang jabatan, termasuk jika pelakunya dokter senior,” tutupnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#kesehatan #dokter spesialis #kedokteran #verbal #rumah sakit #dokter #pendidikan