Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Waspada! Tidur Tengkurap Bisa Jadi Awal Kematian

Admin • Selasa, 17 Juni 2025 | 21:53 WIB

 

Ilustrasi tidur tengkurap
Ilustrasi tidur tengkurap

Opini oleh Prima Trisna Aji*

TIDUR merupakan salah satu kebutuhan yang wajib dipenuhi oleh manusia. Selama sehari penuh tubuh sudah melakukan aktivitas yang membuat seluruh organ tubuh bekerja. Sehingga ada kalanya organ tubuh juga harus beristirahat. Hal ini bertujuan supaya memberikan kesempatan organ tubuh untuk melakukan regenerasi sel dan pemulihan pengembalian fungsi seperti sedia kala.

Meski banyak orang dianggap hal yang remeh, posisi tidur juga menjadi penentu antara hidup dan mati bagi seseorang. Bagaimana bisa? Ternyata berdasarkan penelitian terbaru, posisi tidur yang wajib diwaspadai adalah posisi tidur tengkurap. 

Bagi beberapa orang, posisi tidur tengkurap dianggap sebagai posisi yang nyaman. Namun kebiasaan ini beresiko menyebabkan kematian mendadak akibat henti jantung 

Kondisi Henti jantung mendadak atau dikenal dengan istilah medis “Sudden Cardiac Arrest”. Kondisi ini terjadi saat jantung berhenti secara mendadak. Hal tersebut akan menghentikan aliran darah ke otak serta organ vital tubuh yang lainnya. 

Saat ini penyakit jantung koroner masih dianggap sebagai penyebab kematian nomor satu di dunia. Pada 2024, World Health Organization (WHO) merilis data bahwa lebih dari 300.000 kasus henti jantung terjadi per tahun. Sebagian terjadi saat tidur.

Penyakit jantung koroner yang memiliki julukan “the silent killer’ alias sang pembunuh diam-diam merupakan penyakit yang tidak memiliki tanda gejala apapun. Namun sekali terjadi serangan, akibatnya sangat fatal. Akibatnya bahkan bisa terjadi kematian secara mendadak. 

Melihat fenomena saat ini, banyak masyarakat yang beranggapan bahwa kematian mendadak saat tidur adalah suatu hal yang wajar. Tetapi apabila kita mau meneliti serta mencermati lebih dalam, kejadian ini ada polanya dan terjadi secara berulang. Salah satu pemicunya adalah posisi tidur yang tidak tepat.

Pada tahun 2025, di Desa Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, seorang perempuan lanjut usia, sehat dan aktif, ditemukan tidak bernyawa di pagi hari oleh keluarga dirumah. Ia tidur malam seperti biasa, tanpa keluhan apa pun. Namun saat dibangunkan, wajahnya sudah membiru dan tak lagi bernapas. Ia ditemukan tertidur dalam posisi tidur tengkurap.

Masyarakat awam akan menganggap peristiwa itu sebagai kematian yang wajar karena kelelahan atau sudah tua. Namun bagi petugas medis maupun masyarakat yang melek dengan kesehatan, hal itu diyakini dipicu henti jantung mendadak saat tidur. Kemungkinan besar dipicu oleh posisi tengkurap saat tidur yang menghambat sirkulasi pernapasan.

Kejadian ini sebenarnya bisa menjadi pelajaran berharga bagi warga desa sekitarnya. Sosialisasi tentang posisi tidur bisa disampaikan dalam setiap kegiatan desa, utamanya posyandu lansia.

Tapi perlu diketahui bahwa sebenarnya kasus ini merupakan fenomena gunung es. Suatu saat bisa meledak kapan saja. Apalagi kasus ini merupakan satu kasus dari ribuan kasus serupa yang tidak tercatat serta tidak sempat ditindaklanjuti secara medis.

Ada sejumlah penelitian yang mengungkap bahwa posisi tidur tengkurap membawa dampak buruk bagi kesehatan jantung. Diantaranya dipublikasikan dalam Journal of Clinical Sleep Medicine pada tahun 2021, Sleep & Breathing Journal pada tahun 2022, serta jurnal Cardiac Arrest Following Prone Positioning yang dirilis pada tahun 2024.

Hasil penelitian dalam  jurnal Cardiac Arrest Following Prone Positioning yang ditulis Dhoon dkk melaporkan bahwa beberapa kasus henti jantung mendadak terjadi setelah pasien tidur dalam posisi tengkurap. Terutama pada kondisi dimana memiliki ketahanan tubuh lemah. Kondisi lemah dimaksud seperti usai tindakan anestesi di kamar operasi hingga pada pasien yang memiliki tekanan darah rendah. 

Dari Kesimpulan penelitian tersebut menyebutkan bahwa posisi tidur tengkurap meningkatkan tekanan pada thorax (dada). Hal itu bisa menyebabkan kerusakan pada fungsi jantung, utamanya pada orang yang tidak pernah terdeteksi mengalami masalah gangguan jantung. Selain itu tidur tengkurap akan memberikan tekanan pada dada dan perut, yang dapat mengganggu pengembangan paru-paru serta aliran darah balik ke jantung. 

Fenomena yang mencengangkan menyebutkan fakta bahwa kematian mendadak ternyata tidak hanya menyerang pada kelompok usia lanjut usia saja. Melainkan juga usia produktif. Kita masih ingat jelas artis Indonesia yang mengalami henti jantung kematian mendadak seperti Adji Massaid, Taufik Savalas, Ashraf Sinclair, dan Suharno (Mantan Pelatih Arema Malang). 

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia juga sempat melakukan survei pada tahun 2022. Survei menyasar 1.500 responden. Dari survei itu terungkap bahwa sekitar 32 persen masyarakat yang menyadari posisi tidur dapat mempengaruhi kesehatan jantung. 

Hasill penelitian menunjukkan bahwa masih minimnya edukasi kesehatan tentang kebiasaan tidur yang baik. Mayoritas masyarakat menilai bahwa lebih berfokus pada durasi lama tidur ketimbang kualitas serta posisi tidur. 

Kampanye edukasi selama ini hanya banyak menitikberatkan pada pola makan sehat, aktivitas fisik, stunting tetapi jarang menyentuh tentang kebiasaan tidur terutama posisi tidur yang baik bagi kesehatan. Perlu diketahui juga bahwa tidur merupakan salah satu indikator vital pada tubuh manusia karena tidur merupakan sepertiga dari waktu hidup manusia.

Tidur telentang atau miring ke kiri adalah dua posisi tidur yang dianjurkan dalam berbagai penelitian pada bidang kesehatan. Kedua penelitian tersebut membuat organ vital berfungsi optimal selama tidur. 

Hal lain yang tidak kalah penting adalah rutin melakukan pemeriksaan kesehatan supaya tim medis bisa melakukan deteksi dini. Sehingga ada langkah tindak lanjut supaya tidak terjadi henti jantung mendadak. Faktor lain yang tak kalah penting adalah pentingnya mengelola stress, memperbaiki pola tidur, menjaga berat badan dan makan empat sehat lima sempurna.

Kematian mendadak karena henti jantung sesungguhnya bukan hanya takdir tetapi karena kurangnya pengetahuan masyarakat. Meskipun tidur tengkurap terlihat hal yang sepele tetapi kisah nyata di Desa Jumapolo, Jawa Tengah menunjukkan kebiasaan kecil yang bisa berujung menjadi duka.

Mulai detik ini, saatnya bijak dalam memilih gaya hidup. Termasuk dari hal terkecil yaitu dari posisi tidur. Karena hidup bukan hanya soal kita beraktivitas, tetapi juga tentang bagaimana kita tidur. (*)

 

*) Penulis adalah dosen pada Prodi Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#organ #jantung koroner #kematian #tubuh #who #tidur tengkurap #henti jantung #lansia #manusia #posyandu #tidur #tengkurap #jantung