Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kasus Campak Melonjak, Tiga Wilayah di Karangasem Ditetapkan KLB

Zulfika Rahman • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 12:20 WIB
Ilustrasi anak terserang campak
Ilustrasi anak terserang campak

RadarBuleleng.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karangasem, Bali, menetapkan tiga wilayah sebagai Kasus Luar Biasa (KLB) campak setelah terjadi lonjakan kasus cukup signifikan. 

Tiga wilayah tersebut adalah Kelurahan Karangasem, Kelurahan Subagan, dan Desa Bungaya Kangin.

Total ada 33 kasus campak yang ditemukan, mayoritas menyerang anak usia 0–10 tahun. 

Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, merinci sebarannya berada di Banjar Dinas Kecicang Islam, Desa Bungaya Kangin, dengan 25 kasus (8 positif), serta di Lingkungan Karangsokong, Kelurahan Subagan, sebanyak 16 kasus (7 positif). Sisanya tersebar di beberapa titik lain.

“Tingginya temuan kasus membuat kami harus melakukan langkah cepat. Tim surveilans sudah kami turunkan untuk investigasi epidemiologi dan pendataan di lapangan,” ungkap Bagus Putra Pertama.

Baca Juga: Amor Ing Acintya. Ditabrak Truk, Ibu dan Anak di Buleleng jadi Korban. Sopir Truk Kabur

Menurutnya, campak tergolong penyakit ringan yang umumnya bisa sembuh dalam 5–7 hari. 

Namun, tingkat penularannya sangat tinggi karena bisa menyebar melalui udara dan droplet

Gejala awal biasanya berupa demam, batuk, hingga muncul ruam pada kulit yang menyebar hampir ke seluruh tubuh.

Untuk mencegah meluasnya penularan, Dinkes Karangasem melakukan imunisasi tambahan dan memperkuat cakupan imunasi campak. Vaksinasi digencarkan hingga ke banjar-banjar dan sekolah-sekolah.

“Saat ini cakupan vaksinasi campak sudah berada di angka 70–80 persen, melampaui target awal. Dengan semakin banyak balita dan anak tervaksin, risiko penularan bisa ditekan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya imunisasi dasar lengkap (IDL) bagi setiap balita. “Kami harap para orang tua semakin sadar bahwa IDL, termasuk imunisasi balita lengkap (IBL), sangat penting. Jika cakupan bisa menembus 80 persen, makin banyak anak terlindungi dari campak,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#karangasem #bali #kasus luar biasa #campak #droplet #kesehatan #sembuh #klb #demam #vaksinasi #anak #imunisasi