SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Keluhan para orang tua soal banyaknya suntikan imunisasi untuk bayi akhirnya dijawab pemerintah.
Kini, cukup satu kali suntikan sudah bisa memberikan enam perlindungan penyakit sekaligus lewat vaksin Heksavalen.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng, dr. Gede Nyoman Sebawa, menjelaskan bahwa vaksin Heksavalen merupakan inovasi hasil evaluasi dari banyaknya keluhan masyarakat soal anak yang terlalu sering disuntik saat imunisasi.
“Kalau dulu dua jenis vaksin disuntik terpisah, sekarang cukup satu kali saja. Bayi lebih nyaman, orangtua pun lebih tenang,” ujar Sebawa.
Vaksin Heksavalen ini memberikan perlindungan terhadap enam penyakit sekaligus.
Penyakit yang dimaksud mencakup difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, Haemophilus influenzae tipe B (Hib), dan polio.
Vaksin ini sekaligus menggantikan jadwal imunisasi dasar pada usia dua hingga tiga bulan.
Selain lebih praktis, pengurangan jumlah suntikan juga mengurangi rasa sakit dan trauma pada bayi.
Hal itu juga diyakini meningkatkan kepatuhan orang tua untuk menuntaskan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL).
Dengan begitu, kesenjangan cakupan imunisasi antara vaksin Pentavalen dan Polio injeksi bisa tertutup.
“Secara pelaksanaan juga jauh lebih efisien. Tenaga kesehatan tidak perlu melakukan banyak suntikan, sehingga pelayanan bisa lebih cepat dan optimal di puskesmas, klinik, hingga posyandu,” imbuhnya.
Untuk tahap awal, Dinkes Buleleng menargetkan vaksinasi bagi 2.450 bayi dalam rentang usia 2 bulan hingga 2 bulan 29 hari.
Sebagai informasi, Provinsi Bali menjadi salah satu dari tiga daerah percontohan nasional penerapan vaksin Heksavalen, bersama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Program tersebut mulai berjalan Oktober 2025 dan menyasar bayi yang lahir setelah 9 Juli 2025. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya