RadarBuleleng.id - Kasus flu di Indonesia kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Kementerian Kesehatan menyebut, lonjakan tersebut disebabkan oleh virus Influenza A, khususnya varian H3N2, yang kini tengah merebak di sejumlah wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Kondisi cuaca ekstrem dan kelembapan tinggi disebut menjadi faktor utama yang mempercepat penularan virus ini.
Penyebaran Influenza A terjadi terutama di lingkungan padat penduduk seperti sekolah, kantor, serta transportasi umum.
Virus ini dikenal mudah menular melalui percikan air liur saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan mencatat ratusan ribu kasus influenza di beberapa negara Asia dengan puluhan kematian yang dilaporkan.
Varian H3N2 dari Influenza A dinilai lebih berbahaya karena memiliki kemampuan mutasi yang tinggi, sehingga dapat memunculkan strain baru yang berpotensi menghindari sistem kekebalan tubuh.
Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak menganggap flu sebagai penyakit ringan.
Influenza A memang sering muncul secara musiman, namun kali ini penyebarannya lebih cepat akibat perubahan cuaca dan penurunan daya tahan tubuh masyarakat.
Gejala Influenza A kerap kali mirip dengan COVID-19, sehingga masyarakat perlu lebih jeli mengenalinya.
Gejala umum meliputi demam tinggi selama 3–4 hari, sakit kepala, nyeri otot, batuk kering, dan sakit tenggorokan.
Dalam beberapa kasus, flu dapat berkembang menjadi pneumonia jika tidak segera ditangani.
Meskipun demikian, masa sakit akibat Influenza A biasanya lebih singkat dibandingkan COVID-19, namun tingkat penularannya cukup tinggi.
Untuk penanganan kasus ringan, masyarakat disarankan beristirahat cukup, banyak mengonsumsi air putih, serta menggunakan obat pereda gejala seperti parasetamol atau ibuprofen.
Jika demam tidak kunjung turun dalam tiga hari atau disertai sesak napas, penderita perlu segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kementerian Kesehatan juga menegaskan pentingnya pencegahan melalui perilaku hidup bersih dan sehat.
Penggunaan masker ketika sakit, mencuci tangan secara rutin, serta menghindari kerumunan menjadi langkah efektif untuk memutus rantai penularan.
Vaksinasi influenza tahunan juga dianjurkan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Meski belum dirinci daerah mana yang mencatat kasus tertinggi, masyarakat diimbau untuk tidak panik.
Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Influenza A, namun tidak perlu panik.
Pencegahan sederhana seperti menjaga daya tahan tubuh dan istirahat cukup sudah sangat membantu. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya