Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pendapatan RSUD Buleleng Turun Drastis, DPRD Minta Pelayanan Tetap Maksimal

Eka Prasetya • Senin, 17 November 2025 | 20:21 WIB

 

Tampak depan RSUD Buleleng. Rencana Pemkab Buleleng meminjam Rp200 juta untuk pembenahannya, disorot Gerindra Buleleng.
Tampak depan RSUD Buleleng. Rencana Pemkab Buleleng meminjam Rp200 juta untuk pembenahannya, disorot Gerindra Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – RSUD Buleleng menurunkan target pendapatan tahun 2026 menjadi Rp 210 miliar, atau berkurang sekitar Rp 47 miliar dibandingkan target tahun 2025 sebesar Rp 257 miliar. 

Penurunan tersebut langsung menjadi sorotan anggota Komisi IV DPRD Buleleng saat rapat kerja bersama Dinas Kesehatan dan jajaran RSUD Buleleng belum lama ini.

Anggota Komisi IV DPRD Buleleng, Ni Kadek Turkini, menyampaikan kekhawatirannya terhadap turunnya target pendapatan tersebut. 

Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini menilai, tren penurunan bisa berdampak pada mutu pelayanan kesehatan masyarakat di rumah sakit milik Pemkab Buleleng itu.

“Kami sudah minta penjelasan dari Pak Dirut RSUD Buleleng mengenai pos-pos mana saja yang menyebabkan penurunan pendapatan. DPRD berharap pelayanan kepada masyarakat tidak ikut menurun, karena ini menyangkut nyawa dan kebutuhan dasar warga,” ujar Turkini.

Turkini juga menyoroti beberapa aspek pelayanan di RSUD Buleleng yang dinilai perlu dibenahi, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebagai pintu utama layanan. 

Ia mendorong manajemen rumah sakit untuk menambah kapasitas ruang ICU, memperbaiki fasilitas, dan melengkapi sarana pendukung lainnya agar semua warga Buleleng bisa terlayani dengan baik.

“Pelayanan kesehatan harus terus ditingkatkan. RSUD adalah rumah harapan bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Buleleng dr. Ketut Suteja Wibawa menjelaskan, penurunan target pendapatan tahun 2026 merupakan hasil evaluasi terhadap realisasi pendapatan tahun berjalan. 

Ia memprediksi target Rp 257 miliar pada tahun 2025 hanya akan tercapai sekitar 90 persen.

Menurutnya, faktor utama penurunan pendapatan disebabkan berkurangnya jumlah pasien rujukan ke RSUD Buleleng.

“Pendapatan rumah sakit sangat bergantung pada jumlah tindakan medis. Saat ini, semakin banyak rumah sakit dan klinik baru berdiri, sehingga rujukan pasien otomatis berkurang,” jelas Suteja.

Meski begitu, Suteja menegaskan pihaknya tetap berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dan efisiensi manajemen, agar penurunan target tidak mempengaruhi kepuasan pasien maupun kinerja tenaga medis. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#dprd buleleng #dinas kesehatan #efisiensi #dprd #rumah sakit #pemkab buleleng #pendapatan #instalasi gawat darurat #pasien #manajemen #buleleng #rsud buleleng