Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Waspada Rabies di Bali! Sejumlah Anjing Mengamuk, Belasan Warga jadi Korban

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Selasa, 16 Desember 2025 | 20:36 WIB

 

Ilustrasi anjing rabies di kabupaten Buleleng Bali.
Ilustrasi anjing rabies di kabupaten Buleleng Bali.

RadarBuleleng.id - Kasus rabies di Bali masih mengkhawatirkan. Sejumlah anjing dilaporkan mengamuk hingga mengigit belasan warga.

Peristiwa itu terjadi di sejumlah wilayah di Bali. Yakni di Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Bangli.

Di Kabupaten Klungkung, seekor anjing dilaporkan menggigit dua warga Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, pada Minggu (14/12/2025). 

Anjing tersebut diduga rabies lantaran menyerang lebih dari satu orang. 

Menyikapi hal itu, Dinas Pertanian (Distan) Klungkung mengambil sampel otak anjing tersebut pada Senin (15/12/2025) pagi untuk diperiksa di laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar.

Anjing tersebut diduga merupakan hewan peliharaan warga, lantaran ditemukan masih mengenakan rantai di lehernya. 

Namun hingga kini, tidak ada seorang pun warga yang mengakui sebagai pemilik anjing tersebut.

Kasi Pelayanan Pemerintahan Desa Paksebali, Cokorda Istri Agung Dwihandayani menjelaskan, dua warga yang menjadi korban gigitan anjing tersebut adalah Ni Wayan Kepik dan I Kadek Bagiasa. 

Kepik diketahui merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang kerap berkeliling dan tidur di luar rumah.

“Korban Ni Wayan Kepik digigit pada bagian lengan dan kaki saat sedang berkeliling,” ungkapnya, Senin (15/12/025).

Setelah menggigit Kepik, anjing tersebut berlari menuju kandang ternak milik I Kadek Bagiasa dan kembali menyerang dengan menggigit ayam serta bebek. 

Tidak berhenti di situ, anjing tersebut sempat dipukul hingga pergi. Namun tak lama kemudian kembali dan menggigit tangan Bagiasa saat yang bersangkutan hendak menutup pintu kandang.

“Anjing itu mau pergi setelah dipukul, tidak lama kembali lagi dan menggigit tangan Bapak Bagiasa yang saat itu mau menutup pintu kandang,” ujarnya.

Melihat perilaku anjing yang agresif dan telah menggigit lebih dari satu orang, petugas menduga anjing tersebut rabies. 

Distan Klungkung pun langsung mengambil sampel otak anjing untuk pemeriksaan laboratorium. Sementara itu, kedua korban gigitan telah mendapatkan penanganan medis dan vaksin anti rabies.

“Potensi anjing liar di Paksebali masih cukup tinggi. Padahal berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan jumlah anjing liar, mulai dari menindaklanjuti laporan warga, sosialisasi pentingnya vaksin rabies HPR,” katanya.

Kasus serupa juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bangli. Anjing diduga rabies mengamuk di Banjar Sulahan, Desa Sulahan, Kecamatan Susut pada Minggu (14/12/2025).

Sedikitnya 12 orang warga dilaporkan menjadi korban gigitan. Bahkan, seorang lansia, I Dewa Ayu Ketut Ada, 84, mengalami luka serius hingga patah tulang paha akibat terjatuh saat digigit.

Kepala Dusun Sulahan, I Nengah Sueka Putra menjelaskan, insiden bermula ketika seorang penjual sate ayam bernama Samsuri digigit anjing.

Setelah itu, anjing yang diketahui berbulu hitam-putih tersebut terus menyerang warga lain, baik yang sedang beraktivitas di luar rumah maupun di dalam rumah.

“Saya menerima laporan sekitar pukul 17.00 WITA. Hingga malam hari, tercatat tujuh orang tergigit. Saat pendampingan di puskesmas, jumlahnya bertambah menjadi 12 orang. Banyak korban digigit saat berada di jalan,” terang Sueka Putra.

Insiden paling parah dialami I Dewa Ayu Ketut Ada, 84, yang harus dilarikan ke RSUD Bangli. Selain luka gigitan, korban juga mengalami patah tulang akibat terjatuh saat serangan terjadi.

Humas RSUD Bangli, Sang Kompyang Ari Wijaya, menjelaskan korban masuk IGD sekitar pukul 19.26 WITA.

“Pasien datang dengan keluhan nyeri pada paha kanan, disertai luka robek di betis kanan serta patah tulang tertutup pada paha kiri. Berdasarkan keterangan keluarga, pasien terjatuh saat digigit anjing liar sebelum masuk rumah sakit,” jelasnya.

Sueka Putra menambahkan, seluruh warga yang menjadi korban gigitan telah mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR).

Pemberian vaksin sempat dialihkan ke Puskesmas Susut II karena stok VAR di Puskesmas Susut I di Jalan Raya Kayuambua habis.

Hingga saat ini, pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan terhadap sampel otak anjing yang mengamuk tersebut. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#distan #bali #odgj #Dawan #hewan peliharaan #pertanian #Rantai #ternak #denpasar #klungkung #paksebali #Balai Besar Veteriner #anjing #rabies