Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Rabies Masih Mengintai Karangasem Bali. Ada 72 Kasus Positif Sepanjang 2025, Sapi Ikut Terjangkit

Zulfika Rahman • Selasa, 13 Januari 2026 | 14:39 WIB

 

ilustrasi rabies
ilustrasi rabies

RadarBuleleng.id - Ancaman rabies di Kabupaten Karangasem, Bali, belum mereda. 

Sepanjang 2025, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem mencatat sebanyak 72 kasus gigitan hewan terkonfirmasi positif rabies. 

Hal yang makin mengejutkan, virus mematikan ini tak hanya menyerang anjing, tetapi juga ditemukan menjangkiti ternak sapi.

Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Karangasem, I Made Sugiartha mengungkapkan dua kecamatan dengan kasus tertinggi, yakni Manggis dan Bebandem. 

Dari hasil pemantauan, Kecamatan Manggis mencatat 14 kasus positif rabies, disusul Bebandem dengan 12 kasus.

Sepanjang tahun 2025, total terdapat 1.971 kasus gigitan hewan di wilayah Karangasem. 

Setelah dilakukan uji laboratorium, 72 sampel dinyatakan positif rabies, yang terdiri dari 69 ekor anjing dan tiga ekor sapi. 

Baca Juga: Pendaki Alami Hipotermia di Gunung Agung, Tim SAR Turun Tangan Lakukan Evakuasi

Sugiartha menduga tingginya angka kasus ini dipicu oleh masih banyaknya anjing peliharaan yang dilepasliarkan tanpa pengawasan.

Untuk menekan penyebaran rabies, Pemerintah Kabupaten Karangasem telah menggencarkan vaksinasi. 

Hingga akhir 2025, sebanyak 79.137 ekor anjing atau sekitar 99,43 persen dari total populasi telah mendapatkan vaksin rabies.

Selain vaksinasi massal, upaya pengendalian juga dilakukan melalui sterilisasi terhadap 1.971 ekor anjing serta eliminasi terbatas pada 249 ekor. 

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pengendalian populasi hewan penular rabies.

Pemkab Karangasem pun kembali mengingatkan masyarakat agar lebih bertanggung jawab terhadap hewan peliharaannya. 

“Kami imbau warga tidak membiarkan anjing berkeliaran bebas demi meminimalkan risiko penularan rabies, baik kepada manusia maupun hewan ternak,” katanya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#karangasem #bali #anjing peliharaan #gigitan #perikanan #pertanian #virus #ternak #populasi #anjing #rabies