Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Ny. Wardhany Sutjidra Tinjau UKS di Buleleng, Tekankan Pendidikan Karakter dan Kedisiplinan Pengelolaan Sampah

Eka Prasetya • Rabu, 25 Februari 2026 | 04:03 WIB

 

BERI PEMBINAAN: Ketua Tim Penggerak PKK Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra (kanan) saat bertemu dengan dokter cilik di UKS SDN 2 Liligundi.
BERI PEMBINAAN: Ketua Tim Penggerak PKK Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra (kanan) saat bertemu dengan dokter cilik di UKS SDN 2 Liligundi.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, melakukan pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di sejumlah sekolah yang ada di Kabupaten Buleleng, Bali.

Pembinaan itu berlangsung pada Selasa (24/2/2026). Adapun sekolah yang dikunjungi yakni TK Pelita Kasih dan SDN 2 Liligundi.

Kunjungan tersebut dilakukan bersama Tim Pembina UKS. Selain menyapa para siswa, Ny. Wardhany juga meninjau langsung sarana dan prasarana ruang UKS di masing-masing sekolah. 

Ia turut mendengarkan paparan dari kepala sekolah terkait aktivitas belajar mengajar sehari-hari.

Dalam arahannya, Ny. Wardhany menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi mencetak anak berprestasi secara akademik, tetapi juga menjadi tempat pembentukan karakter sejak dini.

“Jadi pendidikan yang memang sifatnya mengenal lingkungan, mengenal semesta, mengenal sosial, itu yang dipentingkan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya edukasi pengelolaan sampah berbasis sumber di lingkungan sekolah. 

Guru diharapkan membiasakan siswa memilah sampah sebelum dibuang sebagai bagian dari pembentukan pola hidup sehat.

“Setelah mereka tahu mengolah dan memilah sampah, kalau ada sampah organik mereka tahu harus mengumpulkan kemudian mengolahnya menjadi kompos atau lain sebagainya,” terangnya.

Selain itu, Wardhany juga memberikan apresiasi kepada para guru yang telah berinovasi dalam metode pembelajaran sehingga siswa tidak bergantung pada gadget. 

Ia juga mendorong pihak sekolah menyamakan persepsi dengan orang tua terkait dampak negatif penggunaan gadget secara berlebihan terhadap tumbuh kembang anak.

Dari hasil pembinaan di dua sekolah tersebut, sarana dan prasarana UKS dinilai sudah cukup baik. 

Meski demikian, pengembangan tetap diperlukan agar pelayanan kesehatan di sekolah semakin optimal dan mampu menunjang kualitas pendidikan siswa. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #uks #sehat #kepala sekolah #kesehatan #guru #pendidikan #pkk #sekolah #sampah #kompos #akademik #usaha kesehatan sekolah #buleleng #edukasi #SDN 2 Liligundi #siswa #Tim Pembina Posyandu