Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Ringankan Beban Warga Berduka, Pemkab Buleleng Gratiskan Ambulans Jenazah Bagi Masyarakat Miskin

Francelino Junior • Senin, 6 April 2026 | 12:34 WIB
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra (kanan) dan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna (pegang pintu mobil) saat mengecek mobil ambulance jenazah yang diperuntukkan bagi warga miskin.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra (kanan) dan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna (pegang pintu mobil) saat mengecek mobil ambulance jenazah yang diperuntukkan bagi warga miskin.

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Akses layanan kesehatan tak hanya soal pengobatan, tetapi juga bagaimana negara hadir saat masyarakat berada dalam kondisi duka. 

Di Kabupaten Buleleng, Bali, komitmen itu diwujudkan melalui program ambulans jenazah gratis bagi warga kurang mampu.

Program ini resmi diluncurkan pada puncak peringatan HUT ke-421 Kota Singaraja tahun 2025 lalu oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Gede Supriatna. Selain menjadi bagian dari realisasi 100 hari kerja, kebijakan tersebut juga menjawab persoalan riil di masyarakat, khususnya kesulitan biaya pemulangan jenazah.

Kebijakan tersebut diperkuat melalui Peraturan Bupati Buleleng Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pembebasan Retribusi Pelayanan Kesehatan. Dengan regulasi tersebut, RSUD Buleleng memberikan layanan ambulans jenazah secara gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Ini sebagai wujud keadilan sosial. Tidak boleh ada keluarga yang terbebani biaya pemulangan jenazah, khususnya di wilayah Buleleng bagi masyarakat kurang mampu,” ujar Sutjidra.

Layanan ini dipusatkan di RSUD Buleleng sebagai rumah sakit rujukan utama milik Pemkab Buleleng. Program tersebut difokuskan untuk warga miskin, terutama pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang pembiayaannya ditanggung pemerintah.

Meski ada layanan gratis, pemerintah memastikan program Universal Health Coverage (UHC) tetap berjalan optimal tanpa potongan manfaat. Dengan demikian, masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan secara menyeluruh.

Data RSUD Buleleng mencatat, sepanjang triwulan pertama 2026, layanan ini telah dimanfaatkan sebanyak 150 kali. Rinciannya, 57 pengantaran pada Januari, 50 pada Februari, dan 43 pada Maret.

“Selama ini banyak keluhan masyarakat terkait kesulitan membawa jenazah ke rumah duka. Itu yang menjadi dasar kami menghadirkan program ini, dan responsnya sangat positif,” jelasnya.

Tingginya kebutuhan layanan membuat pemerintah daerah berencana menambah armada ambulans jenazah. Tahun ini, dua unit tambahan disiapkan untuk mengoptimalkan pelayanan.

Ke depan, Pemkab Buleleng juga merancang pemerataan layanan dengan menempatkan ambulans di RSUD Tangguwisia dan Giri Emas agar jangkauan pelayanan semakin luas.

“Tahun ini ada penambahan unit. Ke depan juga akan kami siapkan di rumah sakit lain agar pelayanan lebih merata,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#kesehatan #ambulans jenazah #kartu indonesia sehat #warga miskin #buleleng