Kejar Target Nol TBC, Buleleng Bentuk Desa Siaga Tuberkulosis

Francelino Junior • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 17:51 WIB
Ilustrasi, Pencegahan penyebaran kasus tuberkulosis (TB) di Kota Denpasar.
Ilustrasi, Pencegahan penyebaran kasus tuberkulosis (TB).

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng segera membentuk Desa Siaga Tuberkulosis (TBC) sebagai upaya mempercepat penanggulangan penyakit menular tersebut. 

Langkah tersebut diambil karena sejumlah indikator penanganan TBC di Buleleng masih belum memenuhi target nasional.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Buleleng, Ni Nyoman Mertiasa, mengatakan tuberkulosis hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, baik di tingkat global maupun nasional.

"Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global hingga sekarang. Sebagai penyakit menular, TBC menjadi pembunuh yang paling mematikan di dunia," ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Mengacu pada Global TB Report WHO 2025, Indonesia diperkirakan mencatat sekitar 1.080.000 kasus baru TBC setiap tahun dengan angka kematian mencapai 126.000 jiwa. 

Kondisi tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia setelah India.

Selain tingginya jumlah kasus, Indonesia juga masih menghadapi tantangan triple burden tuberkulosis, yakni TBC sensitif obat (SO), TBC yang disertai infeksi HIV, serta TBC resisten obat (RO).

Sebagai bentuk komitmen percepatan eliminasi TBC, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Regulasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Di Buleleng, langkah itu diawali dengan pertemuan yang melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMDP2KB), Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti), serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Menurut Mertiasa, pembentukan Desa Siaga TBC diharapkan mampu memperkuat deteksi dini, pendampingan pasien, hingga meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah penularan penyakit tersebut.

"Pembentukan Desa Siaga TBC menjadi salah satu gerakan nyata untuk mendukung upaya bersama dalam mencapai eliminasi TBC," tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
kesehatan tuberkulosis tbc buleleng hiv