Amor ing Acintya. Bocah 7 Tahun di Seririt Meninggal, Diduga Terkena Rabies

Francelino Junior • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 16:41 WIB
ilustrasi rabies
ilustrasi rabies

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Seorang anak berusia 7 tahun asal Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, dilaporkan meninggal dunia dengan diagnosis suspek rabies. 

Korban diketahui memiliki riwayat gigitan anjing sekitar tiga bulan sebelum mengalami gejala klinis yang menyerupai rabies.

Korban diketahui berinisial GEWP, seorang pelajar berusia 7 tahun.

Korban dan keluarganya diketahui datang ke RSUD Tangguwisia pada Jumat (7/8/2026).  

Dari keterangan keluarga kepada petugas medis, korban memiliki riwayat gigitan anjing pada bagian betis kaki kiri pada awal Juni 2026. 

Luka akibat gigitan tersebut disebut telah dibersihkan sendiri di rumah, namun prosedur pencucian luka diragukan sesuai standar penanganan. 

Anjing yang menggigit korban diketahui merupakan hewan peliharaan milik keluarga korban sendiri. 

Setelah kejadian, anjing tersebut dibunuh oleh keluarga karena dikhawatirkan kembali menggigit orang lain. 

Hewan tersebut merupakan anjing lokal yang telah dipelihara sekitar satu tahun dan selama dipelihara dilepasliarkan. 

Sebelum mendapatkan perawatan medis, korban mulai mengalami keluhan pada Kamis (6/8/2026), berupa nyeri pada kaki kiri, demam, serta penurunan nafsu makan. 

Korban sempat dibawa berobat ke bidan dan mendapat vitamin serta obat demam. Namun, kondisi korban tidak kunjung membaik. 

Pada Jumat (7/8/2026), keluarga kemudian membawa korban ke RSUD Tangguwisia. Saat tiba di rumah sakit, korban menunjukkan sejumlah gejala yang mengarah pada rabies.

Gejala yang muncul yakni takut terhadap air, gelisah, takut terhadap angin atau pendingin ruangan, serta terus mengeluarkan air liur. 

Setelah dilakukan pemeriksaan, pasien didiagnosis suspek rabies dan dirujuk ke RSUD Kabupaten Buleleng. 

Korban tiba di RSUD Kabupaten Buleleng sekitar pukul 15.30 WITA. Rencananya korban akan menjalani isolasi di ruang Sandat, namun pada pukul 17.31 WITA korban dinyatakan meninggal dunia di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng dengan disaksikan keluarga dan tenaga medis. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto membenarkan ada seorang anak yang meninggal karena diduga terjangkit rabies.

“Secara klinis sangat identik dengan rabies. Setelah mendapat informasi, kami langsung melakukan langkah-langkah lanjutan dengan melakukan penelusuran kontak. Karena menurut informasi keluarga, adik dari korban ini juga sempat digigit anjing yang sama dan tidak mendapat VAR (Vaksin Anti Rabies),” kata Sucipto.

Dari hasil penelusuran sementara, Dinas Kesehatan Buleleng mencatat sejumlah faktor risiko yang mendukung diagnosis suspek rabies. 

Di antaranya riwayat gigitan hewan penular rabies sekitar tiga bulan sebelum korban meninggal, korban tidak mendapatkan vaksin anti rabies, serta tidak memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan setelah mengalami gigitan. 

Selain korban, adik korban yang juga sempat digigit anjing yang sama diketahui telah mendapatkan vaksin anti rabies pada 7 Agustus 2026 dan saat ini dalam kondisi sehat. 

Dinas Kesehatan juga telah melakukan edukasi kepada keluarga serta berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Kecamatan Seririt, dan puskesmas wilayah Desa Bubunan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
kesehatan Bubunan rabies buleleng vaksin