SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng terus mematangkan langkah percepatan penanggulangan dan penanganan kasus Tuberkulosis (TBC).
Melalui penguatan empat pilar utama, Dinkes berfokus pada deteksi dini secara masif, pengobatan tuntas, hingga pencegahan rantai penularan di masyarakat.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinkes Buleleng, dr. Dewa Putu Merta Suteja, menjelaskan bahwa empat pilar tersebut ditopang oleh regulasi yang kuat serta berbagai program inovasi lapangan.
Pilar pertama diawali dengan penguatan payung hukum melalui Peraturan Bupati (Perbup) Buleleng Nomor 38 Tahun 2025 tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC 2025–2030.
Untuk mengeksekusinya, telah dibentuk Koalisi Organisasi Profesi Indonesia (Kopi) TBC, Tim Public Private Mix (PPM), serta Tim Percepatan Penanggulangan TBC (TP2TBC) di tingkat kabupaten.
Sedangkan pilar kedua diisi dengan inovasi bernama Pobia Mantan (Penjaringan, Obati, Bersama Penyintas, Inisiasi HIV, Anak Kontak).
“Keunggulan utamanya adalah melibatkan langsung para penyintas TBC sebagai kader pendamping pasien dan edukator di lapangan," ujar dr. Dewa Suteja, Minggu (20/9/2026).
Pilar berikutnya memfokuskan pada perluasan cakupan skrining aktif berbasis populasi berisiko.
Dinkes menyisir area-area rentan seperti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), panti asuhan, kawasan pelabuhan, hingga layanan Posyandu, sekaligus mengintegrasikannya dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Sementara pilar keempat berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC.
Langkah ini diperkuat melalui kemitraan strategis bersama Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes), SSR PPTI Cabang Buleleng, serta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) pemerintah maupun swasta.
"Serangkaian praktik baik dan kolaborasi lintas sektor ini terbukti menjadi kunci utama untuk menurunkan angka kasus TBC secara signifikan di Buleleng," tegas dr. Dewa Suteja yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Buleleng tersebut. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng