SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Buleleng terus berinovasi dalam mengedukasi generasi muda terkait bahaya HIV/AIDS dan narkoba.
Memanfaatkan tingginya aktivitas remaja di dunia maya, KPA Buleleng menggelar Lomba Komik Digital tingkat SMP se-Kabupaten Buleleng secara daring di Ruang BCC Dinas Kominfosanti Buleleng, Selasa (6/10/2026).
Lomba perdana yang diikuti 67 siswa SMP ini menghadirkan tim juri akademisi dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja.
Sekretaris KPA Buleleng, Ni Nyoman Neli, mengungkapkan bahwa ajang ini dirancang sebagai wadah ekspresi positif agar pelajar bisa memanfaatkan gadget untuk menyebarkan pesan pencegahan penyakit secara kreatif.
”Aktivitas anak-anak sekarang lebih banyak di dunia digital. Kami ingin menginspirasi mereka agar media sosial dan perangkat digital yang dipegang dimanfaatkan untuk hal bermanfaat dan kreatif,” ujar Neli yang juga menjabat Kasubag Kesejahteraan Sosial Setda Buleleng.
Selain lomba digital, KPA Buleleng bersama Bagian Kesra Setda Buleleng tengah bersiap menggenjot kembali keberadaan Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) di lingkungan sekolah.
Neli menyebutkan, pihaknya berencana mengumpulkan para kepala sekolah se-Buleleng pada 29 Oktober 2026 mendatang guna membangun komitmen bersama membentuk dan melakukan reaktivasi pengurus KSPAN di tiap sekolah.
”Penguatan KSPAN sangat penting agar edukasi HIV/AIDS dan bahaya narkoba bisa berjalan dari sebaya ke sebaya. Kami optimis langkah ini menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, serta bebas dari stigma,” tegasnya.
Upaya masif KPA Buleleng menyasar generasi muda ini sejalan dengan dinamika data kasus HIV di Kabupaten Buleleng dalam tiga tahun terakhir.
Berdasarkan data KPA Buleleng, tren temuan kasus baru mencatatkan penurunan bertahap, dari 259 kasus pada 2023, menjadi 241 kasus pada 2024, dan 231 kasus pada 2025.
Penurunan temuan kasus baru tersebut terjadi di tengah jangkauan tes pencegahan (screening) yang justru meningkat saban tahun.
Cakupan tes screening tercatat mencapai 14.167 tes (2023), naik menjadi 14.568 tes (2024), dan menyentuh 15.604 tes (2025).
Namun, tantangan besar masih terlihat pada tingkat kepatuhan konsumsi obat Anti-Retroviral (ARV) bagi Orang dengan HIV (ODHIV).
Jumlah ODHIV yang rutin mengonsumsi ARV terus menyusut, yakni dari 232 orang pada 2023, berkurang menjadi 205 orang pada 2024, dan tersisa 168 orang pada 2025. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng