SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Nasib malang menimpa Made Sumarsa, 49, warga Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali.
Atap bangunan dapur milik Sumarsa diterbangkan angin. Akibatnya seluruh perabotan basah kuyup diguyur hujan.
Malangnya lagi, Sumarsa tak kunjung mendapat bantuan rehab rumah. Padahal dia warga miskin di Desa Depeha.
Kondisi itu terjadi pada Kamis (14/3/2024) siang. Angin kencang tiba-tiba berhembus kencang di Desa Depeha.
Dampaknya atap bangunan dapur yang ada di halaman Sumarsa, benar-benar diterbangkan angin.
“Dia ada bangunan sendiri untuk istirahat di sebelahnya. Yang diterbangkan angin itu dapur. Tapi perabotan segala macam ada di sana,” kata Perbekel Depeha, Gede Srinyarnya.
Menurutnya angin kencang itu tiba-tiba saja terjadi. Dia menduga hal itu dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir.
“Kami di Depeha sudah dari hari Sabtu (9/3/2024) tidak dapat lihat matahari. Kondisinya mendung dan hujan terus,” ujarnya.
Terkait bencana yang menimpa warganya, pihak desa akan segera bersurat kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng dan Dinas Sosial Buleleng.
"Mudah-mudahan bisa segera dapat bantuan. Supaya bisa segera melakukan perbaikan," katanya.
Lebih lanjut Srinyarnya menuturkan, warganya yang tertimpa musibah itu merupakan warga miskin.
Warganya itu tinggal bersama istri, anak, dan kerabatnya pada sebuah bangunan sederhana.
Made Sumarsa juga disebut sudah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Meski sudah masuk DTKS, hingga kini Made Sumarsa tak kunjung mendapatkan bantuan rehab rumah.
Pihak desa, kata Srinyarnya, rutin mengusulkan nama Made Sumarsa sebagai penerima bantuan. Sayangnya bantuan tidak kunjung terealisasi.
“Katanya regulasi sekarang itu yang bisa menerima hanya yang masuk data kemiskinan ekstrem. Masalahnya data kemiskinan ekstrem itu bukan kami di desa yang ajukan. Akhirnya apa yang diusulkan dan yang sampai di desa nyaplir,” ujarnya. (*)
Editor : Eka Prasetya