KUBUTAMBAHAN, RadarBuleleng.id - Gelombang pasang yang terjadi di pantai utara Bali, berdampak serius terhadap pemukiman para nelayan.
Setidaknya sebanyak 37 rumah nelayan di Buleleng, rusak gara-gara terdampak gelombang pasang selama beberapa hari belakangan.
Kondisi terparah ada di Banjar Dinas Kubuanyar, Desa Kubutambahan. Rumah para nelayan rusak akibat digempur gelombang pasang selama beberapa hari belakangan.
Perbekel Kubutambahan, Gede Pariadnyana mengatakan, gelombang pasang yang besar mulai terjadi sejak Kamis (30/1/2025) malam lalu. Hingga kini gelombang pasang belum reda.
Gelombang kemudian menyebabkan berbagai bangunan rusak. Mulai dari tembok pagar, kamar mandi, dapur, hingga bangunan utama rumah.
Hal itu juga berdampak pada pendapatan nelayan. Sebab sudah sebulan tidak melaut.
“Mereka memang warga kami ini tinggal di pesisir. Biasanya ombak besar selalu datang setiap bulan Januari-Februari,” ungkapnya.
Baca Juga: Terhempas Gelombang Pasang, Rumpon Nelayan di Buleleng Kandas
Menurutnya, gelombang itu cukup besar. Padahal rumah para nelayan berjarak sekitar 30 meter dari bibir pantai.
Dampaknya ketika gelombang pasang masuk ke rumah, warga dibuat kalang kabut menyelamatkan harta benda.
“Dampaknya itu sampai ke Banjar Kutabading. Mudah-mudahan segera reda,” ujarnya.
Lebih lanjut Pariadnyana mengatakan, pihaknya telah melaporkan dampak kerusakan itu kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng.
Ia berharap BPBD Buleleng dapat mencairkan dana bansos bencana kepada nelayan yang terdampak.
Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi mengatakan pihaknya telah melakukan asesmen terkait musibah tersebut.
Untuk sementara, pihaknya telah menggelontorkan bantuan berupa paket sembako dan selimut untuk penanganan sementara. Sedangkan untuk bantuan perbaikan akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan tim teknis instansi terkait.
Lebih lanjut Ariadi mengatakan, puncak musim hujan masih akan terjadi hingga bulan Februari mendatang. Sehingga potensi bencana, termasuk gelombang pasang, masih cukup tinggi.
“Kami himbau masyarakat tetap waspada. Termasuk nelayan juga agar tidak mengambil resiko melaut di musim seperti ini,” kata Ariadi. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya