Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Gubernur Koster Resmikan Hasil Pemugaran Pura Penyusuhan Kubutambahan. Komitmen Lestarikan Warisan Leluhur

Eka Prasetya • Kamis, 6 November 2025 | 21:32 WIB

 

TANDA TANGAN PRASASTI: Gubernur Bali, Wayan Koster, usai menandatangani prasasti pemugaran Pura Penyusuhan Kubutambahan.
TANDA TANGAN PRASASTI: Gubernur Bali, Wayan Koster, usai menandatangani prasasti pemugaran Pura Penyusuhan Kubutambahan.

KUBUTAMBAHAN, RadarBuleleng.id - Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan hasil pemugaran Pura Penyusuhan di Desa Adat Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Rabu (5/11/2025). 

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, bertepatan dengan pelaksanaan Upacara Ngenteg Linggih dan Menawa Ratna yang berlangsung pada purnama kalima.

Upacara tersebut di-puput oleh Ida Pedanda Gede Oka Manuaba dan Ida Agraha Griya Taman Manuaba dari Desa Adat Kubutambahan. 

Dalam sambutannya, Koster menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kesempatan bisa hadir di tengah masyarakat Kubutambahan. 

Ia menegaskan, kehadirannya di Pura Penyusuhan merupakan bagian dari perjalanan spiritual dan pengabdiannya sebagai Gubernur Bali.

Koster mengungkapkan, kondisi bangunan pura sebelumnya sudah tidak layak. Padahal Pura Penyusuhan memiliki nilai sejarah tinggi yang berkaitan dengan masa Kerajaan Warmadewa.

“Mungkin ini petunjuk dari Beliau untuk ngayah di sini,” ujarnya.

Proses pembangunan melibatkan tim ahli arsitektur dari Universitas Udayana. Tujuannya agar desain pura tetap mempertahankan karakter klasik Bali Utara, namun tampil lebih megah dan kokoh.

Koster mengaku puas dengan hasil akhir pemugaran yang dibiayai penuh oleh Pemerintah Provinsi Bali melalui dana hibah senilai Rp 1,05 miliar.

“Astungkara, nanti saya bisa ngayah lagi untuk karya Ngenteg Linggih berikutnya,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster juga menyampaikan komitmennya menata pura dan kawasan suci di seluruh Bali, baik secara sekala (fisik) maupun niskala (spiritual). 

Ia meminta Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, meninjau pura-pura lain yang memerlukan perhatian pemerintah.

Beberapa program besar juga diungkapkan untuk memperkuat sektor spiritual dan infrastruktur Bali ke depan. 

Di antaranya, penyempurnaan kawasan suci Pura Besakih dan pembangunan jalan baru guna mendukung kelancaran pemedek.

Sementara untuk Pura Batur, Koster menargetkan pembangunan kawasan parkir modern pada 2026 dengan dukungan anggaran Rp 250 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum. 

Koster juga menyinggung pembangunan Turyapada Tower sebagai ikon wisata baru di Buleleng, proyek shortcut untuk mempermudah mobilitas masyarakat, hingga rencana pengembangan Pelabuhan Sangsit sebagai pelabuhan logistik dan wisata setelah studi kelayakannya rampung.

“Semoga semua program ini tuntas sebelum masa jabatan saya berakhir pada Februari 2030,” ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#gubernur #bali #Gede Supriatna #arsitektur #kubutambahan #gubernur bali #koster #purnama #wayan koster #bupati #Nyoman Sutjidra #Ngenteg Linggih #prasasti #pemugaran #Desa adat #buleleng #wakil bupati #universitas udayana #pura