SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kubutambahan memicu bencana alam di Banjar Dinas Sangker, Desa Mengening, Kabupaten Buleleng, Bali.
Senderan halaman rumah milik warga jebol dan menimpa garasi beserta sejumlah kendaraan, Rabu (21/1/2026) sore.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.45 WITA, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan itu sejak sore hari.
Senderan yang berada di tepi jalan kabupaten ruas SP3 Simpang Tegal–Mengening dilaporkan jebol dengan panjang sekitar 18 meter dan tinggi 3 meter.
Akibat kejadian itu, bangunan garasi berukuran 5 x 3 meter ikut tertimbun material senderan. Tiga unit sepeda motor milik pemilik rumah turut terdampak, yakni Honda Grand DK 2502 UBD, RX King DK 5645 VD, dan satu unit sepeda motor Kawasaki KLX.
Pemilik bangunan diketahui bernama Made Kerada, 68, petani yang tinggal di Banjar Dinas Sangker, Desa Mengening.
Kerugian material akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp 55 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, jebolnya senderan dipicu curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama.
“Akibat intensitas hujan yang cukup tinggi, senderan rumah di Banjar Dinas Sangker mengalami kerusakan hingga jebol dan menimpa garasi serta kendaraan di dalamnya,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Menindaklanjuti kejadian itu, BPBD Buleleng langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penyaluran bantuan logistik kepada korban.
Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako, paket kebersihan, paket sandang, dua selimut, dua matras, serta satu lembar terpal.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa mengatakan, penanganan cepat dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.
“Kami langsung menurunkan tim TRC untuk asesmen sekaligus menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Kami juga menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi,” kata Suyasa.
Ia menambahkan, BPBD Buleleng terus berkoordinasi dengan perangkat desa, TNI-Polri, serta unsur terkait lainnya untuk memantau kondisi di lapangan dan mengantisipasi potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi.
Sementara itu, aparat kepolisian dan pemerintah desa mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan senderan agar lebih waspada, serta segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keretakan atau pergeseran tanah guna mencegah kejadian serupa terulang. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya