Air Macet Sejak Juli, Warga Tamblang Buleleng Geruduk Pengelola Air Bersih

Francelino Junior • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 05:55 WIB
GERUDUK KANTOR PENGELOLA: Sejumlah warga Desa Tamblang mendatangi kantor pengelola air bersih karena mereka kesulitan mendapatkan akses air. (istimewa)
GERUDUK KANTOR PENGELOLA: Sejumlah warga Desa Tamblang mendatangi kantor pengelola air bersih karena mereka kesulitan mendapatkan akses air. (istimewa)

 

KUBUTAMBAHAN, RadarBuleleng.id – Puluhan warga Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, mendatangi kantor Unit Pengelola Sarana Air Bersih (UPS-AB) Tirta Giri Amertha pada Senin (14/9/2026). 

Aksi tersebut dipicu kekesalan warga lantaran distribusi air bersih ke pemukiman mereka macet total sejak Juli lalu.

Perwakilan warga dari wilayah Kelod Kuta, Babakan, dan Lanyahan ini merasa dianaktirikan. 

Pasalnya, saat distribusi air ke rumah mereka tersendat—bahkan mati total dalam sebulan terakhir—aliran air ke wilayah lain justru mengalir lancar.

Kondisi tersebut memicu kecemburuan sosial. Warga menduga menjamurnya perumahan (BTN) baru di area tersebut turut menyedot pasokan air warga. 

Mereka mendesak agar jalur pipa distribusi antara pemukiman lama dan perumahan BTN segera dipisah.

Selain krisis air, warga juga menyuarakan kejanggalan sistem administrasi pengelola.

”Petugas tidak pernah ada yang turun cek meteran ke lapangan secara langsung, tapi anehnya surat tagihan bulanan tetap keluar terus,” keluh Wayan Buda Westrawan, salah satu warga terdampak, Senin (14/9/2026).

Sekretaris Desa Tamblang, I Made Wasuyuta, membenarkan ada sekitar 40 hingga 50 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak parah akibat kemacetan pasokan air ini. 

Selama krisis terjadi, sebagian warga terpaksa melakukan upaya mandiri demi mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan harian.

Guna meredam gejolak, pertemuan antara pengelola dan perwakilan warga menghasilkan sejumlah opsi solusi konkrit. Tim teknis UPS-AB disepakati langsung bergerak membenahi jaringan pipa di lapangan.

"Hari ini tim UPS-AB sudah mulai bergerak di lapangan dan ditargetkan tuntas dalam dua hari. Solusi cepatnya adalah penambahan jalur distribusi baru untuk meningkatkan tekanan air ke wilayah terdampak," jelas Wasuyuta.

Selain penambahan jalur baru, pengelola juga sepakat melakukan penertiban jalur distribusi secara rutin, memperbesar diameter pipa utama, serta memasang pompa pendorong di fasilitas Water Treatment Tangkid agar krisis air tak terulang kembali. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini Air Macet Buleleng Desa Tamblang Pelayanan Publik Buleleng kubutambahan