Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Menu Kepiting di Pasar Ramadhan Denpasar Selalu Ludes Terjual, Pembelinya Ternyata Ada dari Tabanan dan Klungkung

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Sabtu, 23 Maret 2024 | 18:15 WIB

 

Menu kepiting yang dijual Suroso selalu diminati pengunjung Pasar Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman Denpasar.
Menu kepiting yang dijual Suroso selalu diminati pengunjung Pasar Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman Denpasar.

radarbuleleng.id- Pasar Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman Denpasar selalu ramai diserbu pengunjung.

Beragam menu berbuka puasa pun bisa ditemui di pasar ini, salah satunya menu kepiting.

Stand makanan milik Suroso ini dapat ditemui di sebelah kiri dari pintu masuk Pasar Ramadhan.

Diakuinya hanya stand ini yang menjajakan menu kepiting.

"Berjualan kepiting, soalnya ga ada yang jualan selain saya. Saya jual kepiting dan istri saya jual yang lain (makanan, red)," ujarnya.

Suroso sudah mulai berjualan kepiting sejak sebelum pandemi COVID-19, tepatnya tahun 2017.

Namun dengan cara menitipkan ke warung-warung di pinggir jalan.
Dalam sehari di bulan Ramadhan, dirinya kerap menitipkan kepiting di sepuluh warung, dengan masing-masing 5 sampai 10 ekor.

Sehingga dalam sehari dirinya bisa menitipkan hingga 100 ekor kepiting ke warung.

Di Pasar Ramadhan, dirinya hanya membawa 6 hingga 10 kg. Adapun 1 kg berisikan empat ekor kepiting.

"Kalau pas hari pertama baru 10 kg atau hampir 50 ekor. Hari biasa menurun, Sabtu atau Minggu lumayan. Tergantung harinya," kata Suroso.

Berjualan di stand Pasar Ramadhan pun menurutnya lebih menguntungkan jika dibandingkan titip di warung.

Karena keuntungannya tak perlu dibagi lagi dan bisa diambil sendiri. Pasar Ramadhan juga selalu ramai dikunjungi.

"Kepitingnya ludes setiap hari. Tadi mulai jualan jam 4 sore, jam 5 alhamdullilah sudah habis. Kalau ga enak ga mungkin dicari," sambungnya.

Untuk menghasilkan kepiting yang enak, proses masak dimulai dengan merebus kepiting dengan air biasa selama satu jam.

Setelahnya, kepiting direbus dengan air santan yang encer dan disaring.

Setelah proses perebusan, kepiting digoreng sembari membuat membuat kuah kepiting. Kepiting pun siap dijajakan di Pasar Ramadhan.

Adapun kepiting yang digunakan diambilnya dari pengepul yang ada di Denpasar. Kepiting ada yang didatangkan dari Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

"Kisaran harga dari Rp30 ribu sampai Rp50 ribu. Tahun lalu sampai Rp70 ribu. Rata-rata pendapatan kotor dalam sehari, alhamdullilah Rp800 ribuan," kata pria asal Lampung ini.

Bahkan di hari pertama pendapatannya mencapai Rp1,4 juta. Namun total bahan bakunya hampir setengah dari pendapatan kotor.

"Yang hari pertama modalnya saja sudah Rp 800 ribu, belum tetek bengek yang kecil-kecil. Anggap saja untungnya Rp500 ribu lebih," sambungnya.

Selain dari Denpasar, ada juga pembeli yang jauh-jauh datang dari Klungkung, Tabanan, hingga Kediri untuk membeli kepiting.

Kedepannya, ia ingin untuk mencoba berjualan secara online.

Penjualan online-nya akan dikelola oleh sang istri, sementara ia kembali ke pekerjaan sehari-harinya sebagai pemasangan banner dan boothdi hotel-hotel. ***

Editor : Donny Tabelak
#Pasar ramadhan #masjid raya baiturrahman #kepiting