Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Cegah Stunting, Warga Bali Utara Ditantang Lakukan Inovasi Kuliner

Eka Prasetya • Jumat, 29 Maret 2024 | 02:25 WIB
MASAK MAKANAN BERGIZI: Salah satu peserta mengikuti Lomba Inovasi Kuliner Berbahan Pangan Lokal di Krisna Beachstreet, Singaraja.
MASAK MAKANAN BERGIZI: Salah satu peserta mengikuti Lomba Inovasi Kuliner Berbahan Pangan Lokal di Krisna Beachstreet, Singaraja.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemerintah terus berupaya mencegah munculnya angka stunting, khususnya di kawasan Bali Utara alias di Kabupaten Buleleng.

Maklum stunting menjadi momok bagi Pemkab Buleleng. Sebab pada tahun 2023 lalu, prevalensi stunting di Buleleng tertinggi seantero Bali.

Pemerintah pun melakukan berbagai strategi agar kasus stunting tetap terkendali.

Seperti yang dilakukan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Buleleng. Mereka menggelar Lomba Inovasi Kuliner Berbahan Pangan Lokal yang digelar di Krisna Beach Street pada Kamis pada (28/3/2024).

Menurut Riang lomba tersebut digelar untuk menggali dan mempromosikan ragam inovasi kuliner yang bersumber dari bahan pangan lokal.

Riang mengatakan, bahan pangan lokal di Buleleng sebenarnya potensial untuk mencegah stunting. Mengingat pangan lokal memiliki kandungan yang baik bagi tumbuh kembang anak.

Selain itu dengan pemanfaatan pangan lokal, masyarakat tidak lagi ketergantungan dengan bahan pangan yang harus didatangkan dari luar daerah.

“Kami ingin menggeser kebiasaan masyarakat dalam konsumsi. Kami ajak buat inovasi makanan yang disukai oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Buleleng, I Gede Sandhiyasa mengapresiasi langkah kreatif yang diambil Dinas P2KBP3A Buleleng dalam menangani permasalahan stunting di Bali Utara.  

Sandhiyasa menyatakan lomba tersebut menjadi momentum untuk mengapresiasi keragaman budaya kuliner lokal Buleleng.

Ia berharap lewat lomba tersebut dapat melahirkan ide dan kreasi kuliner yang dapat diadopsi oleh masyarakat luas sebagai langkah konkret dalam mengatasi permasalahan stunting di Kabupaten Buleleng.

“Kita harap olahan pangan lokal ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mengatasi masalah stunting. Dengan kegiatan ini jadi masyarakat dapat berkreasi untuk memunculkan menu-menu baru yang bergizi, aman dan sehat,” demikian Sandhiyasa. (*)

Editor : Eka Prasetya
#bali #stunting #kuliner #buleleng