Kenalkan Tradisi ke Gen Z, Warung Misol Gelar Lomba Makan Lawar Khas Buleleng

Eka Prasetya • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 08:21 WIB
LOMBA MAKAN: Suasana lomba makan lawar yang digelar di Warung Nasi Lawar Misol, Buleleng. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)
LOMBA MAKAN: Suasana lomba makan lawar yang digelar di Warung Nasi Lawar Misol, Buleleng. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Suasana meriah mewarnai peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Desa Pemaron, Buleleng, Minggu (23/8/2026). 

Sebanyak 23 orang peserta dari berbagai daerah adu cepat dan adu porsi dalam lomba makan lawar yang dihelat di Warung Nasi Lawar Misol, Buleleng.

Tak main-main, dalam ajang adu nyali kuliner ini, panitia menyediakan tantangan super padat berupa 5 porsi nasi campur lawar babi lengkap dengan satu mangkuk kuah komoh yang wajib dilahap bersih dalam tempo 15 menit.

Pemilik Warung Nasi Lawar Misol, Gede Fajar Satriawan, mengungkapkan inisiasi lomba unik ini ditujukan untuk memantik kecintaan generasi muda—khususnya Gen Z—terhadap warisan kuliner tradisional di tengah maraknya makanan siap saji (frozen food).

"Kenapa saya memilih lomba ini, untuk mengenalkan lawar pada generasi muda yang mana Gen Z lebih ke frozen food. Saya tidak bilang jelek, tapi kita punya tradisi lawar. Bagi orang Bali, lawar itu ada semangat gotong royong dan merekatkan hubungan," terang Fajar.

Fajar membeberkan bahwa menu yang disajikan mengusung karakter otentik olahan lawar Bali Utara. 

Isian porsi mencakup lawar plek merah, lawar putih, serapah babi, gorengan babi, paru, hingga kuah komoh.

"Lawar khas Buleleng punya karakter tersendiri, salah satunya lawar nyuh yang dicampur daging cincang dan sayur kacang panjang. Bumbunya menggunakan bahan dasar suna cekuh dipadukan dengan bumbu genep rajang," tambahnya.

Tingginya antusiasme terlihat dari hadirnya dua peserta yang jauh-jauh datang dari Denpasar. 

Para pemenang disiapkannya hadiah uang tunai masing-masing Rp1,5 juta untuk juara I, Rp1 juta untuk juara II, dan Rp700 ribu untuk juara III.

Tantangan mengunyah olahan daging segar berbumbu ini menyajikan pengalaman unik bagi para peserta. 

Komang Adi Putrayasa, peserta asal Desa Suwug, mengaku sempat kewalahan saat melahap hidangan lawar *plek* darah segar.

"Pertama kali ikut lomba, tadi habis tiga porsi bersih. Kendala memang di lawar plek, agak sulit tertelan karena tumben makan lawar sebanyak itu. Sebenarnya kurang waktu saja, untuk rasa rasanya enak semua," kata Adi.

Sensasi tak kalah seru dirasakan oleh Kadek Bayu Suteja, peserta berlatar belakang atlet Muaythai. Ia memanfaatkan ajang ini sebagai wadah "balas dendam" usai sekian lama menjalani diet ketat.

"Biasanya kalau di Muaythai ikut lomba diet, sekarang pas nggak ada lomba rasanya mau balas dendam makan banyak. Tadi sisa 1,5 porsi lagi, pas di porsi ketiga sempat tertelan jeruk limau jadi agak terhambat. Tapi memang penasaran juga sama lawar plek," kelakarnya.

Lomba itu akhirnya dimenangkan oleh Kadek Arta Wibawa sebagai juara pertama, Gede Angkat Sastrawan juara kedua, serta Kadek Mindana sebagai juara ketiga. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Lomba Makan Lawar Lawar Buleleng Warung Lawar Misol berita buleleng desa pemaron