Rahasia Dapur Gedong Rasa: Siasat Pelaku Kuliner Rumahan Berburu Seafood 'Fresh'

I Wayan Widyantara • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:37 WIB
OLAHAN SEAFOOD: Salah satu olahan seaafod dari Gedong Rasa, salah satu warung rumahan di Badung Selatan. (I Wayan Widyantara/Radar Bali)
OLAHAN SEAFOOD: Salah satu olahan seaafod dari Gedong Rasa, salah satu warung rumahan di Badung Selatan. (I Wayan Widyantara/Radar Bali)

 

RadarBuleleng.id – Sengitnya persaingan bisnis kuliner di kawasan Badung Selatan, rasa masakan dan harga murah ternyata bukan satu-satunya kunci pemikat konsumen. 

Bagi usaha kuliner rumahan seperti Gedong Rasa, kualitas kesegaran bahan baku menjadi benteng utama menjaga kepercayaan pelanggan.

Zahra Azprilla Murti, pemilik Gedong Rasa yang kondang dengan menu Seafood Tumpah dan Ayam Ungkep Lengkuas, mengungkapkan bahwa tantangan terberat mengelola bisnis olahan laut terletak pada konsistensi bahan baku.

”Kalau untuk seafood, tantangannya memang pada kesegaran bahan baku. Kami harus benar-benar teliti. Jika bahan utamanya tidak fresh, meskipun bumbunya kaya rasa, hasil akhirnya tetap tidak akan maksimal,” ujar Zahra, Selasa (25/8/2026).

Mengandalkan sistem penjualan berbasis word-of-mouth dan media sosial, Zahra tak mau ambil risiko mengecewakan konsumen yang datang dari rekomendasi pembeli sebelumnya. Ia membagikan sejumlah cerita saat berburu olahan laut di pasar.

Menurutnya, memilih seafood butuh kejelian ekstra karena penurunan kualitasnya relatif cepat:

Kepiting misalnya. Tampilan luar yang utuh atau kondisi hidup tak menjamin dagingnya padat.

Sementara udang harus dipastikan bagian kepala belum terlepas dari badan sebagai indikator kesegaran.

Sedangkan kerang dan cumi beda lagi. Menurut Zahra, pembeli harus waspada terhadap kerang yang sudah terbuka lebar serta cumi-cumi yang tampak layu.

Bahkan, Zahra mengaku pernah menjumpai oknum pedagang yang nekat mengoleskan pewarna makanan pada tubuh ikan agar terkesan baru ditangkap.

”Bukan berarti pedagang pasar tidak bagus, banyak sekali yang sangat membantu. Namun sebagai pembeli, kita yang harus cerdas dan teliti memeriksa kondisi bahan,” tambahnya.

Mengingat kesalahan memilih bahan berisiko memicu pemborosan biaya produksi dan merusak nama baik usaha, Zahra mulai menjajaki kerja sama langsung dengan para nelayan lokal di pesisir Badung dan sekitarnya.

Langkah memotong rantai pasok ini dinilai tak hanya menguntungkan pelaku UMKM dalam mendapatkan bahan yang jauh lebih segar, tetapi juga membantu ekonomi para nelayan lokal.

”Solusinya kami harus mulai mencari pasokan dari nelayan langsung. Kalau dapat bahan langsung dari sumbernya, kualitas lebih terjamin dan kami makin percaya diri menyajikan hidangan terbaik untuk pelanggan,” pungkas Zahra. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali
Kuliner Badung UMKM Bali Gedong Rasa Berita Badung Hari Ini Bisnis Kuliner Seafood