SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng terus berinovasi menekan angka stunting serta meningkatkan derajat kesehatan warga melalui edukasi gizi seimbang.
Lewat Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan) Buleleng, kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) secara masif disisipkan ke dalam berbagai ajang festival daerah.
Kepala Distankan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat, menegaskan bahwa potensi bahari Buleleng yang melimpah harus diserap maksimal oleh masyarakat lokal, khususnya anak-anak dan ibu hamil.
"Ini upaya promosi kita untuk perbaikan gizi masyarakat, utamanya anak-anak, ibu hamil, dan orang tua. Kandungan protein dan Omega-3 pada ikan laut sangat baik untuk nutrisi otak, tumbuh kembang anak, serta efektif mencegah stunting," ujar Melandrat.
Melandrat membeberkan, pendekatan diplomasi kuliner menjadi strategi ampuh mengenalkan hidangan laut kepada warga.
Setelah membagikan 500 porsi olahan ikan pada Lovina Festival, Distankan Buleleng menyiapkan sajian masif sebanyak 4.500 porsi olahan laut pada ajang Buleleng Festival (Bulfest) 2026.
Menu yang disajikan pun dikemas modern dan menggugah selera tanpa menghilangkan cita rasa lokal, seperti sate tuna, bakso ikan, hingga bandeng krispi.
Mantan Kadis Lingkungan Hidup Buleleng ini menambahkan, gerakan Gemarikan sangat relevan dengan letak geografis Buleleng yang memegang predikat pemilik garis pantai terpanjang di Pulau Dewata.
Kekayaan bahari ini dinilai sebagai modal utama daerah untuk memantapkan ketahanan pangan dan kecukupan gizi warga secara mandiri serta berkelanjutan.
Antusiasme masyarakat di arena festival pun diharapkan mampu menggeser pola pikir keluarga di Buleleng agar lebih rutin menghidangkan olahan ikan sebagai menu harian meja makan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng