Berawal dari Gang Sempit di Bali, Grande Granola Kini Tembus Pasar ASEAN

I Wayan Widyantara • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 17:05 WIB
KUALITAS EKSPOR: Produk Grande Granola yang diproduksi salah satu UMKM di Bali. Produk tersebut berhasil menembus pasar ekspor ASEAN. (Istimewa)
KUALITAS EKSPOR: Produk Grande Granola yang diproduksi salah satu UMKM di Bali. Produk tersebut berhasil menembus pasar ekspor ASEAN. (Istimewa)

 

RadarBuleleng.id – Sebuah toko kecil berukuran 2x4 meter di Jalan Kerta Pura, Pemecutan Klod, Denpasar Barat, menjadi saksi bisu kebangkitan UMKM lokal Bali. 

Merek olahan makanan sehat lokal, Grande Granola, sukses memperluas jangkauan pasar hingga ke pasar mancanegara melalui pemanfaatan ekosistem digital dan program ekspor.

Pendiri Grande Granola, Stefanie dan Lucy, memulai usaha tersebut pada 2015 setelah beralih profesi dari pekerja industri perhotelan. 

Semula, pemasaran difokuskan pada segmen Business-to-Business (B2B) dengan memasok kebutuhan hotel, kafe, dan supermarket di Bali, Jakarta, hingga Medan.

Namun, hantaman pandemi COVID-19 sempat membuat omzet usaha anjlok hingga 60 persen akibat terpuruknya sektor pariwisata. 

Kondisi tersebut mendorong manajemen mengubah strategi bisnis ke arah pemasaran digital langsung ke konsumen (Direct-to-Consumer).

"Awalnya memang fokus ke B2B. Tapi saat pandemi omzet turun drastis, dari situ kami mulai gencar memanfaatkan digital marketing dan memanfaatkan platform e-commerce," ujar Lucy, Rabu (26/8/2026).

Transformasi digital tersebut menunjukkan hasil positif. Penjualan domestik Grande Granola melalui platform digital mencapai 1.100 hingga 1.200 unit per bulan.

Langkah ekspansi berlanjut saat Grande Granola memanfaatkan Program Ekspor Shopee FLEXI. 

Pada bulan pertama keikutsertaan, penjualan ekspor melonjak 2,4 kali lipat. Memasuki semester pertama 2026, volume penjualan ke luar negeri mencatatkan peningkatan hingga lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Saat ini, sekitar 200 unit produk olahan granola dikirim setiap bulan ke sejumlah negara di Asia Tenggara, dengan porsi terbesar mencakup pasar Singapura, Malaysia, dan Filipina. 

Seiring perluasan pasar, kapasitas produksi Grande Granola kini mencapai 8 ton per bulan dengan dukungan 14 orang tenaga kerja.

Secara nasional, program ekspor platform digital terus mencatatkan peningkatan penetrasi produk UMKM. 

Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, mengungkapkan bahwa program ekspor yang digulirkan sejak 2019 telah memfasilitasi pengiriman lebih dari 90 juta produk UMKM lokal ke kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Amerika Latin.

Sementara itu, Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia, Satrya Pinandita, menegaskan komitmen pendampingan UMKM terus diperkuat melalui pelatihan dan penyediaan sarana ekspor mandiri guna meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali
Berita Bali Hari Ini UMKM Bali Grande Granola Ekspor UMKM Bisnis Kuliner Bali