Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Lama Tutup, Bhaktiyasa Rencana Dikembangkan Jadi Pendidikan Widyalaya

Francelino Junior • Selasa, 9 April 2024 | 23:30 WIB

Pasca lama vakum dari dunia pendidikan Singaraja, Bhaktiyasa rencanaya akan dijadikan sekolah pendidikan Hindu.
Pasca lama vakum dari dunia pendidikan Singaraja, Bhaktiyasa rencanaya akan dijadikan sekolah pendidikan Hindu.

SINGARAJA-Setelah lama vakum dari dunia pendidikan di Kota Singaraja, Yayasan Bhaktiyasa rencananya akan dikembangkan menjadi pendidikan widyalaya oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kementerian Agama.

Sekolah yang berada di jalur utama Kota Singaraja ini sebenarnya sudah cukup lama tutup sejak tahun 2020, lantaran tidak mendapatkan siswa.

Rencana penghidupan kembali sekolah ini menjadi sekolah nasional plus berbasis Hindu, disampaikan Dirjen Bimas Hindu, I Nengah Duija saat mengunjungi Yayasan Bhaktiyasa Singaraja pada Minggu (7/3) sore. 

Menurutnya, Kementerian Agama memiliki regulasi mengenai pendidikan widyalaya yakni Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 2 Tahun 2024, yang intinya bertujuan untuk mencetak peserta didik yang memiliki karakter intelektual kuat dan karakter agama Hindu yang kuat.

Juga untuk menghasilkan sumber daya manusia Hindu yang cerdas, terampil, jujur, dan bijak.

“Agar historis Bhaktiyasa tidak hilang, rencananya akan dijadikan pendidikan widyalaya, yaitu nasional plus berbasis Hindu, sejenis madrasah. Jadi mencetak karakter Hindu yang kuat,” ujarnya dikonfirmasi pada Senin (8/4).

Melihat dari segi kesiapan, Duija yakin Bhaktiyasa mampu siap untuk menerima siswa baru pada tahun ajaran baru ini. Karena fisik dan administrasi sudah siap.

“Kalau segi administrasi sudah, guru sudah, tinggal mengacu pada prosedur saja. Astungkara ajaran baru sudah bisa jalan, ” sambungnya.

Rencana ini disambut baik Ketua Yayasan Bhaktiyasa, Putu Mertayasa mengingat yayasan yang dulunya menyediakan pendidikan tingkat SMP dan SMA ini tetap bisa berkembang dan berkontribusi untuk pendidikan di Buleleng.

“Adanya rencana ini tentu menjadi sebuah ketertarikan bagi kami. Karena menjadikan Bhaktiyasa sebagai pendidikan widyalaya, jadi solusi agar tetap berjalan dan berkembang,” ujarnya pada Senin (8/4) siang.

Antusias senada juga disampaikan Ketua Dewan Pembina Yayasan Bhaktiyasa, Ketut Putra Sedana. Menurutnya, pendidikan widyalaya sangat dibutuhkan masyarakat di Buleleng, sebagai alternatif pendidikan.

“Tentu dengan ini akan mengarahkan lembaga pendidikan ini ke unggul. Dengan menjadi unggul, akan sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena menekankan pada pendidikan karakter,” jelasnya. 

Untuk diketahui, lembaga pendidikan ini melahirkan sejumlah nama pesohor seperti I Wayan Koster (Gubernur Bali 2018-2023), juga Putu Bagiada dan Made Arga Pynatih (Bupati dan Wakil Bupati Buleleng 2007-2012).

Namun seiring berjalannya waktu, sekolah yang dulu jadi favorit ini malah mulai kurang diminati.

Bahkan pada tahun ajaran 2019/2020 lalu, mereka tidak mendapatkan siswa sama sekali di tingkat SMP.

Sementara tingkat SMA sudah dibekukan. Sedangkan tiga siswa SMK yang ada, kemudian dilimpahkan ke sekolah lainnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#hindu #gubernur bali #pendidikan #kemeterian agama