Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Inspiratif! Ditugaskan jadi Pasukan Perdamaian PBB, Personel Polisi dari Polda Bali Buat Patung GWK di Afrika

Andre Sulla • Selasa, 17 September 2024 | 23:28 WIB

 

IKONIK: Personil Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali Bripka Pande Made Ari Sudewa dan teman-teman, di Camp, Afrika Tengah.
IKONIK: Personil Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali Bripka Pande Made Ari Sudewa dan teman-teman, di Camp, Afrika Tengah.

RadarBuleleng.id - Personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali, Bripka Pande Made Ari Sudewa mendapat penugasan sebagai Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bripka Pande bertugas di Kota Bangui, Republik Afrika Tengah. 

Dia adalah salah seorang personel Polri dari total 140 orang personel Polri yang tergabung dalam Kontingen Garuda Bhayangkara (Garbha) Satgas FPU 5 MINUSCA.

Selama bertugas di Afrika, dia bukan hanya mengawal keamanan dan perdamaian di Kota Bangui.

Ternyata dia juga membuat sebuah patung yang notabene replika dari monumen Garuda Wisnu Kencana atau GWK. Patung itu dibangun di basecamp para pasukan.

Patung itu bukan hanya menjadi kenang-kenangan, tapi juga menjadi simbol keberadaan pasukan Indonesia yang turut dilibatkan menjaga perdamaian di Afrika Tengah.

Dihubungi dari Denpasar belum lama ini, Bripka Pande mengaku ide membangun patung itu bermula dari obrolan dengan rekan-rekan di camp.

Obrolan yang semula hanya ide sambil lalu, akhirnya benar-benar dibahas dengan serius. Harapannya replika itu menjadi simbol Garuda Camp, tempat para pasukan perdamaian Indonesia bergabung.

"Saya langsung berkonsultasi dengan orang tua dan kakaknya di Bali. Karena mereka memang seniman," ungkap suami dari Ni Luh Gede Putri Wandriani.

Akhirnya pengerjaan patung itu dimulai pada 28 Mei 2024 lalu. Bripka Pande dan teman-temannya bekerja siang dan malam untuk membangun patung itu.

Pande mengaku tidak mau menunda pengerjaan patung setinggi 8 meter itu. Alasannya, bahan yang digunakan cepat kering dan keras. Sehingga sangat menantang.

Perencanaan pembuatan patung hanya bermodalkan kerta dan sketsa sederhana. Tidak ada hitungan rumit soal komposisi.

Setiap hari, usai persembahyangan pagi, Bripka Pande mulai bekerja. Kerap kali dia bekerja sampai tengah malam. Bahkan seringkali makan di lokasi pembangunan dengan atap terpal.

“Faktor lainnya itu cuaca. Kondisi cuacanya kebetulan sulit diprediksi, sehingga menjadi kendala,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan itu dapat memberikan dampak positif untuk institusi Polri, dan tentunya dapat memberikan pesan perdamaian di tanah Afrika.

Sementara itu, Kasatgas FPU 5 Minusca, Kombes Sofyan Arief menjelaskan, pembangunan monumen GWK di Garuda Camp adalah untuk mengabadikan keberadaan Satgas FPU 5 Minusca di Republik Afrika Tengah.

Sekaligus memperkenalkan salah satu icon Indonesia di Benua Afrika. Menurutnya monumen GWK di Garuda Camp ini melambangkan dua hal. Pertama, garuda tersebut melambangkan Polri.

“Burung garuda terbang membawa Dewa Wisnu ini adalah sebagai lambang perdamaian," ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#garuda wisnu kencana #pbb #garuda #afrika #gwk #patung #pasukan perdamaian #polda bali #polisi