SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Para anggota DPR RI asal Kabupaten Buleleng kompak mendapat penugasan di Komisi VI DPR RI. Sedangkan seorang lagi bertugas di Komisi VIII.
Saat ini Buleleng diketahui memiliki 4 orang politisi yang duduk di DPR RI. Mereka adalah Gde Sumarjaya Linggih dari Partai Golkar.
Selanjutnya ada Tutik Kusuma Wardhani dari Demokrat, serta Ketut Kariyasa Adnyana dari PDI Perjuangan.
Terakhir adalah pendatang baru, Nengah Senantara dari Partai Nasdem. Pria asal Desa Tembok, Buleleng itu berhasil lolos ke Senayan pada Pemilu 2024.
Fraksi-fraksi di DPR RI pun telah menempatkan anggota fraksinya di komisi-komisi tertentu yang dianggap sesuai dengan bidang tugasnya.
Uniknya, tiga orang anggota DPR RI asal Buleleng berkumpul di Komisi VI DPR RI. Komisi tersebut membidangi masalah perdagangan, kawasan perdagangan, dan pengawasan persaingan usaha.
Mereka adalah Gde Sumarjaya Linggih, Tutik Kusuma Wardhani, serta I Nengah Senantara.
Sumarjaya Linggih sejak lama memang spesialis duduk di bidang perdagangan. Sedangkan Tutik Kusuma Wardhani pada periode 2014-2019 duduk di Komisi XI yang membidangi keuangan dan perbankan.
Khusus Nengah Senantara merupakan pendatang baru. Namun dia memiliki latar belakang sebagai seorang bankir.
Kepada Jawa Pos Radar Bali, Sumarjaya Linggih mengaku cukup terkejut politisi asal Buleleng sama-sama berkumpul di komisi yang sama.
Politisi yang akrab disapa Demer itu mengaku pada periode 2019-2024, ada tiga orang anggota DPR RI asal Bali yang duduk di komisi tersebut. Selain Demer, ada juga nama Nyoman Partha dan Supadma Rudana.
“Selain saya, ada Bu Tutik dan sekarang nambah lagi dari Nasdem (I Nengah Senantara),” kata Demer, kemarin (24/10/2024).
Demer mengaku bersyukur mendapat kesempatan kembali bertugas di Komisi VI. Sehingga dia tidak perlu melakukan adaptasi.
Komisi tersebut sudah sesuai dengan bidang keilmuannya berkaitan ekonomi. Politisi asal Desa Tajun itu juga seorang pengusaha sehingga memiliki pengalaman mengenai perekonomian.
Lewat pengalaman dan disiplin ilmu yang ia pelajari, Demer yakin dirinya bisa berkontribusi banyak untuk negara.
Untuk Buleleng, Demer mengaku akan memperjuangkan pemerataan ekonomi di Bali Utara. Ia menyebut ketimpangan ekonomi sudah terlalu jauh.
”Negara harus hadir, harus lebih banyak pembangunan itu daerah Utara, Timur dan Barat. Itu akan saya suarakan supaya kebijakan lebih mengarah kepada daerah-daerah yang belum maju,” jelasnya.
Sementara itu politisi Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani justru bersyukur bisa ditempatkan di komisi yang membidangi masalah perdagangan. Apalagi banyak politisi Buleleng yang bertugas di sana.
"Menurut saya sangat bagus. Justru kita bisa bekerjasama memikirkan dan berjuang untuk Bali, khususnya Buleleng,” ujarnya.
Terpisah, politisi PDI Perjuangan, Ketut Kariyasa Adnyana kini duduk di Komisi VIII DPR RI yang membidangi masalah agama, sosial, serta perempuan dan anak.
Pada periode 2019-2024, dia mendapat penugasan di Komisi IX DPR RI yang membidangi masalah kesehatan dan tenaga kerja.
Kariyasa dengan tegas menyatakan dengan penugasan tersebut membuat ia lebih leluasa memperjuangkan kepentingan masyarakat Bali.
“Terutama untuk penganggaran yang berpihak kepada umat Hindu,” ujarnya.
Selain itu ia juga berjanji akan mendorong pengentasan kemiskinan di Bali. “Meskipun Bali itu daerah pariwisata, tapi tetap ada kemiskinan. Makanya perlu penanganan yang lebih maksimal,” kata Kariyasa. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya