Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Cerita Umat Hindu Buleleng: Tangkil ke Alas Purwo, Harus Bayar Tiket Rp 20 Ribu per Orang

Admin • Jumat, 15 November 2024 | 21:23 WIB

 

TANGKIL: Rombongan umat Hindu dari Desa Busungbiu, Buleleng, saat tangkil ke Pura Luhur Giri Salaka di Alas Purwo. Mereka dikenakan tiket masuk ke taman nasional sebesar Rp 20 ribu per orang.
TANGKIL: Rombongan umat Hindu dari Desa Busungbiu, Buleleng, saat tangkil ke Pura Luhur Giri Salaka di Alas Purwo. Mereka dikenakan tiket masuk ke taman nasional sebesar Rp 20 ribu per orang.

RadarBuleleng.id - Rombongan umat Hindu asal Buleleng yang tangkil ke Alas Purwo dibuat kaget dengan kebijakan baru yang berlaku di kawasan tersebut. Mereka harus membayar tiket masuk Rp 20 ribu per orang, untuk melakukan kegiatan ibadah.

Seperti yang dialami rombongan pemedek asal Buleleng. Mereka harus membayar tiket masuk dengan harga yang terbilang tinggi.

Rombongan pemedek tersebut dipimpin oleh keluarga Ni Putu Sri, 43, warga Desa Busungbiu, Buleleng. Dia bersama keluarganya melakukan perjalanan tirta yatra ke beberapa pura di Pulau Jawa. Salah satunya Pura Luhur Giri Salaka yang ada di dalam area Taman Nasional Alas Purwo.

Saat masuk ke kawasan taman nasional pada Kamis (14/11/2024), dia diminta membayar tiket masuk seharga Rp 20 ribu per orang. 

Kenaikan itu merupakan imbas dari Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang berlaku mulai Rabu (30/10/2024).

Tadinya umat hanya dikenakan tarif retribusi sebesar Rp 5 ribu per orang. Tapi dengan peraturan baru, pengunjung dikenakan tarif Rp 20 ribu per orang pada hari kerja, dan Rp 30 ribu untuk hari libur. 

Retribusi itu juga berlaku bagi umat yang melakukan persembahyangan ke Pura Luhur Giri Salaka. 

Tarif itu berlaku bagi pengunjung yang masuk ke kawasan konservasi yang ada di Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi itu.

“Jujur kalau misalnya biaya Rp 20 ribu per orang, berat. Itu kan (tarif) untuk wisata, yang mau ke Alas Purwo. Kami kan mau sembahyang,” ujarnya.

Ia menyebut dari hitung-hitungan, biaya yang timbul cukup besar. Apalagi saat tangkil ke pura di kawasan Alas Purwo itu, Putu Sri mengajak rombongan sebayak 28 orang.

“Kalau dua bus dikalikan Rp 20 ribu, berapa jadinya? Kalau di pura dana punia sebenarnya kan nggak masalah. Kalau tiket ke pura, rasanya agak berat,” ujarnya.

Aturan itu cukup mengejutkan. Sebab keluarga mereka hendak melakukan tirta yatra ke beberapa pura di Pulau Jawa. Bukan hanya tangkil ke Pura Giri Salaka.

Selain tangkil ke Pura Luhur Giri Salaka, Putu Sri dan keluarga juga tangkil ke Pura Agung Blambangan, Pura Mandhara Giri Semeru, Puru Luhur Giri Arjuna, serta Pura Medang Kemulan Gresik.

Aturan di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, disebut berbeda dengan aturan di Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

Di TNBB, umat yang tangkil ke Pura Prapat Agung dan Pura Segara Rupek hanya dikenakan biaya parkir. Mereka tidak dikenakan tiket masuk, sepanjang mengenakan busana adat ke pura.

Keluhan pemedek yang datang ke Alas Purwo, mendapat tanggapan dari pemangku di Pura Luhur Giri Salaka, Romo Mangku Joko Setyoso. Ia mengaku mendapat keluhan masyarakat yang melakukan bakti ke pura.

“Ini keluhan masyarakat yang melakukan bakti. Pemikirannya, orang yang mau sembahyang di negerinya sendiri, harus membayar,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dalam hal ini Balai Taman Nasional Alas Purwo-Jenggala maupun Kementerian Lingkungan Hidup, bisa memberikan kelonggaran. Salah satunya memberikan kemudahan tarif kepada umat yang bersembahyang ke Pura Giri Salaka.

“Harus dibedakan antara sembahyang dan wisata. Kami mohon kemudahan pemerintah. Mudah-mudahan pemerintah mendengar, suara umat Hindu didengar, sehingga tidak terjadi diskriminasi orang melakukan persembahyangan,” harap Romo Joko Setyoso. (kontributor: wayan sumarayasa)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#hindu #banyuwangi #umat #tangkil #tirta yatra #alas purwo #Pura Luhur Giri Salaka #buleleng #pura