Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bangga! Pelajar di Bali Berhasil Terpilih Sebagai Paskibraka Nasional

Juliadi Radar Bali • Jumat, 13 Juni 2025 | 17:48 WIB

 

MENUJU JAKARTA: Pelajar SMAN 1 Tabanan, I Made Wahyu Chandra Astika (kiri) terpilih sebagai Paskibraka tingkat nasional.
MENUJU JAKARTA: Pelajar SMAN 1 Tabanan, I Made Wahyu Chandra Astika (kiri) terpilih sebagai Paskibraka tingkat nasional.

RadarBuleleng.id - Pelajar SMAN 1 Tabanan, I Made Wahyu Chandra Astika berhasil mengukir prestasi membanggakan dengan lolos sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2025. 

Remaja asal Banjar Kayu Puring, Desa Pupuan, Kecamatan Pupuan, ini akan mewakili Bali dalam upacara kenegaraan di Istana Negara pada 17 Agustus mendatang.

Kesuksesan Wahyu sebagai Paskibraka nasional pun membuatnya berkesempatan bertemu langsung dengan Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, bersama para anggota Paskibraka lainnya di Kantor Bupati. 

Dalam pertemuan itu, Sanjaya memberikan apresiasi sekaligus motivasi kepada para duta muda yang akan membawa nama Tabanan di tingkat provinsi maupun nasional.

“Mereka adalah putra-putri terbaik Tabanan. Ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kedisiplinan, dan semangat nasionalisme,” ujar Sanjaya.

Menariknya, Wahyu mengaku awalnya tidak pernah bercita-cita menjadi anggota Paskibraka. 

“Saya bahkan tidak pernah berpikir akan ikut Paskibraka, apalagi sampai tingkat nasional,” ujarnya.

Namun, tekadnya mulai tumbuh setelah melihat kakak-kakak kelasnya mengikuti seleksi di tingkat kabupaten dan provinsi. Dari sana, semangatnya terpacu untuk mengikuti jejak mereka. 

Proses seleksi yang ia lalui pun tidak mudah. Dimulai dari seleksi di tingkat sekolah, kemudian menjalani serangkaian latihan fisik dan pembekalan wawasan kebangsaan secara intensif.

Sejak SMP, Wahyu memang sudah menyukai dunia baris-berbaris. Namun saat itu, dirinya lebih dikenal sebagai atlet basket yang telah menekuni olahraga tersebut sejak duduk di bangku SD. 

Bahkan demi fokus pada seleksi Paskibraka, ia rela melewatkan ajang Porjar yang sangat dinantikannya. “Sempat sedih, tapi saya yakin ini kesempatan yang lebih besar,” ucapnya.

Saat ini, Wahyu tengah bersiap mengikuti pemusatan pelatihan dari Provinsi Bali pada 16 Juni mendatang. 

Meski belum mendapat jadwal resmi keberangkatan ke Jakarta, ia sudah melakukan persiapan lahir batin untuk menjalani pelatihan intensif sebelum tampil dalam upacara kenegaraan.

Bagi Wahyu, menjadi anggota Paskibraka nasional bukan hanya tentang mengibarkan Sang Merah Putih. Melainkan menjadi pijakan awal dirinya meraih cita-cita sebagai anggota Polri. 

“Saya ingin jadi abdi negara. Semoga pengalaman ini bisa membantu mewujudkan cita-cita saya,” ungkapnya.

Jauh dari kampung halamannya di Pupuan, Wahyu kini tinggal di kos-kosan di Tabanan agar lebih dekat dengan sekolah. Di usia belia, ia sudah terbiasa hidup mandiri. Mengatur waktu antara belajar, latihan, dan sesekali pulang kampung.

“Biasanya seminggu sekali saya pulang. Tapi sekarang lebih sering di Tabanan,” tuturnya.

Ia pun berpesan agar rekan-rekan seusianya mau berjuang dengan sungguh-sungguh. “Jangan cepat menyerah. Kalau sudah niat dan mau latihan sungguh-sungguh, pasti bisa,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #prestasi #pelajar #nasional #basket #istana #upacara #sman 1 tabanan #seleksi #paskibraka