Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya: Niat Liburan ke Bali, Imam Justru Kehilangan Anak dan Istrinya

Eka Prasetya • Jumat, 4 Juli 2025 | 00:45 WIB

 

EVAKUASI: Ambulance yang membawa korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali.
EVAKUASI: Ambulance yang membawa korban KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali.

RadarBuleleng.id - Imam Bakrie hanya bisa terduduk lemas di depan Ruang Jenazah RSU Negara. Ia harus menerima kenyataan pahit, jika orang terdekatnya menjadi korban dalam tragedi tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, pada Rabu (2/7/2025) dini hari.

Imam kehilangan anak dan istrinya. Mereka berdua ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di perairan Jembrana, Bali, pada Kamis (3/7/2025).

Pria asal Desa Tampo, Banyuwangi itu merupakan seorang buruh bangunan. Dia merantau di Bali, meninggalkan anak dan istrinya di kampung halaman.

Bertepatan dengan libur sekolah, sang istri, yakni Fitri Apri Lestari, 32, dan putranya, Adnan Akil Mustofa, 3, berencana liburan ke Denpasar.

“Nyusul ke Denpasar, mau liburan,” ungkap Imam saat ditemui pada Kamis (3/7/2025) sore.

Demi memudahkan perjalanan, Imam menganjurkan agar ibu dan anak itu menggunakan jasa perjalanan travel.

Baca Juga: Cerita Korban Selamat KMP Tunu Pratama Jaya: Niat Kirim Material ke Buleleng, Terhempas Cuaca Buruk

Tak disangka, mobil travel yang ditumpang anak dan istrinya masuk dalam KMP Tunu Pratama Jaya, yang belakangan dilaporkan tenggelam di Selat Bali.

Ia mengaku mendapat kabar buruk itu dari pemilik travel. Sekitar pukul 03.30 dini hari, ia dihubungi oleh pemilik travel, bahwa kapal yang ditumpangi anak dan istrinya karam.

“Rencananya mau ke Denpasar ketemu saya. Pingin ke Bali liburan karena sudah lama nggak ke Bali,” ujarnya pelan.

Ia mengaku sama sekali tidak memiliki firasat apapun terkait peristiwa tersebut. Bahkan komunikasi dengan sang istri selama perjalanan cukup lancar.

“Sebelum berangkat komunikasi. Sampai pas naik kapal, sempat kirim foto anak di kapal. Setelah itu sudah putus komunikasi,” ujar Imam dengan mata sembab.

Kini jenazah korban telah dibawa ke rumah duka. Imam berencana segera menguburkan anak dan istrinya di kampung halaman, di Banyuwangi.

Hingga berita ini ditulis, ada 29 orang penumpang yang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Selain itu ada 6 orang yang dilaporkan meninggal dunia. 

Kini tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap 30 orang penumpang yang masih dinyatakan hilang.

Seperti diberitakan sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan selat Bali.

Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi pada Rabu malam (2/7/2025), pukul 22.56 WIB. Namun sekitar pukul 23.20 WIB, kru kapal melaporkan mengalami gangguan mesin di tengah perjalanan. 

Kru kapal sempat meminta bantuan melalui radio. Namun tak lama kemudian kapal mengalami blackout, miring, lalu terbalik dan tenggelam.

Kapal tersebut mengangkut 65 orang. Terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru. Serta memuat 22 kendaraan, termasuk 14 truk tronton.

Diduga kapal dihantam ombak pasang sehingga mengalami kebocoran pada ruang mesin. (*)

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #banyuwangi #selat bali #buruh #KMP Tunu Pratama Jaya #komunikasi #denpasar #foto #penumpang #kapal #ibu #travel #liburan #tenggelam #anak