Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Korban KMP Tunu Pratama Jaya Bertambah, KNKT Turun Tangan Investigasi

Muhammad Basir • Selasa, 8 Juli 2025 | 16:54 WIB

 

DATANGI POSKO: Keluarga korban KMP Tunu Pratama Jaya mendatangi Posko SAR Gabungan di Pelabuhan Gilimanuk.
DATANGI POSKO: Keluarga korban KMP Tunu Pratama Jaya mendatangi Posko SAR Gabungan di Pelabuhan Gilimanuk.

RadarBuleleng.id – Proses pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali masih terus dilakukan. Dari total 38 korban yang ditemukan, 30 dinyatakan selamat dan 8 meninggal dunia. 

Salah satu korban tewas teridentifikasi sebagai I Kadek Oka, 51, sopir truk asal Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI AL, Basarnas, kepolisian, dan sejumlah relawan melakukan pencarian dari tiga jalur. Yakni udara, laut, dan darat. 

Komandan Pos TNI AL Gilimanuk, Letda Laut (P) Bayu Primanto menjelaskan, pencarian darat dilakukan dengan menyisir sepanjang garis pantai. 

“Sebanyak 15 personel dikerahkan, dibagi menjadi dua tim. Tim pertama menyisir dari Pantai Cekik hingga Pantai Klatakan sejauh 15 kilometer, dan tim kedua menyisir wilayah pesisir Prapat Agung sepanjang 7 kilometer,” ujarnya.

Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya menambahkan, dari 8 jenazah yang ditemukan, tujuh sudah berhasil diidentifikasi. “Satu jenazah lagi masih dalam proses identifikasi,” katanya.

Salah satu korban terbaru yang berhasil dikenali adalah I Kadek Oka. Ia diketahui sebagai pengemudi truk bermuatan material bangunan dengan pelat DK 8565 MH. Nama korban tercatat dalam manifes resmi penumpang kapal. 

Pihak keluarga yang datang ke Pelabuhan Gilimanuk telah memastikan identitas jenazah. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Klungkung.

Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. 

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono bersama timnya mengunjungi Posko SAR Gabungan di Pelabuhan Gilimanuk, Senin siang. 

“Kami melihat langsung situasi posko dan mendiskusikan strategi pencarian agar lebih optimal,” ujarnya.

Selain memantau pencarian, tim KNKT juga memeriksa sekoci milik kapal yang ditemukan tim SAR di pesisir Pantai Cekik. Sekoci tersebut kemudian dibawa ke Pelabuhan Ketapang untuk diperiksa lebih lanjut bersama barang-barang milik penumpang. 

“Sejumlah barang penumpang sudah berhasil diamankan dan akan diserahkan kepada keluarga usai proses identifikasi,” tambahnya.

Terkait lokasi pasti tenggelamnya kapal, hingga saat ini tim SAR masih melakukan pencarian posisi atau datum point di perairan Selat Bali. “Letak pastinya masih kami telusuri,” tegas Soerjanto. 

Di sisi lain, Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah yang diduga korban dari musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan selat Bali. 

Kedua jenazah ini ditemukan, pada Selasa (8/7/2025) di perairan selat Tanjung Anjir Sembulungan, Banyuwangi. 

Komandan Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya, Eko Suyatno mengatakan, jenazah pertama ditemukan oleh nelayan sekitar pukul 01.24 WIB. 

Jenazah pertama yang ditemukan ini diduga berjenis kelamin laki-laki, memiliki ciri-ciri fisik, yaitu memakai kaos lengan pendek warna hitam dan celana pendek warna hitam.

Tim SAR gabungan baru bisa mengevakuasi jenazah ini sekitar pukul 03.30 WIB. Hal ini dikarenakan proses evakuasi dilakukan dalam kondisi gelap pada dini hari, gelombang yang cukup tinggi dan kuatnya arus di perairan selatan.

Tidak berselang lama, tim SAR gabungan kembali mendapatkan informasi sekitar pukul 05.30 WIB bahwa ditemukan satu jenazah lagi di sekitar perairan selat Tanjung Anjir Sembulungan. 

Proses evakuasi kemudian dilakukan dengan menggunakan perahu karet dari Basarnas dan Polairud. Jenazah kedua berhasil dievakuasi ke darat sekitar pukul 06.28 WIB.

Jenazah kedua yang ditemukan ini juga diduga berjenis kelamin laki-laki, memiliki ciri-ciri fisik, yaitu memakai baju lengan pendek dan celana pendek.

Kedua jenazah ini dievakuasi ke darat melalui pelabuhan perikanan Muncar. Selanjutnya, dibawa ke RSUD Blambangan guna diidentifikasi oleh tim DVI Polda Jatim. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#korban #tni al #truk #pantai #KMP Tunu Pratama Jaya #knkt #tim sar #sekoci #pelabuhan #basarnas #pencarian #gilimanuk #kapal #sar