Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

TNI AL Temukan Titik Diduga KMP Tunu Pratama Jaya, Arus Deras Hambat Penyelaman

Eka Prasetya • Selasa, 8 Juli 2025 | 20:17 WIB

 

PENCARIAN: Tim penyelam dikerahkan untuk melakukan pencarian bawah laut terhadap bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali.
PENCARIAN: Tim penyelam dikerahkan untuk melakukan pencarian bawah laut terhadap bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali.

RadarBuleleng.id – Upaya pencarian dan evakuasi korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali terus dikebut. 

Panglima Komando Armada II, Laksamana Madya I Gusti Putu Alit Jaya mengatakan, tim gabungan telah mendeteksi tujuh referensi objek bawah laut yang memiliki kemiripan kuat dengan kapal naas tersebut.

Temuan itu merupakan hasil pemindaian menggunakan teknologi Side Scan Sonar (SSS) oleh tim Pushidrosal. 

Selanjutnya, TNI AL mengerahkan kapal perang canggih KRI Spica-934 untuk menurunkan ROV (Remotely Operated Vehicle) guna memperkuat visualisasi bawah laut di sekitar titik temuan.

“Tim penyelam Kopaska sudah menyisir area seluas 800 hingga 1.000 yard dari titik datum, dengan kedalaman mencapai 12 meter. Namun, karena arus bawah laut sangat kuat dan jarak pandang terbatas, pencarian terpaksa dihentikan sementara,” ujar Alit.

Cuaca buruk menjadi tantangan utama dalam operasi SAR di Selat Bali. Berdasarkan data BMKG, kecepatan angin berkisar antara 4–25 knot, tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 3,5 meter, dengan visibilitas horizontal hanya 7 km dan kecepatan arus permukaan mencapai 2,4 meter per detik.

Baca Juga: Korban KMP Tunu Pratama Jaya Bertambah, KNKT Turun Tangan Investigasi

Meski demikian, upaya evakuasi tetap dimaksimalkan. Sebanyak 22 penyelam profesional dan 15 personel penyelam TNI AL telah disiagakan di lokasi. 

Fokus pencarian kini difokuskan di sekitar dugaan pergeseran posisi KMP Tunu dari titik awal berdasarkan sinyal Automatic Identification System (AIS) kapal.

Sementara itu, Deputi Operasi Pencarian Pertolongan dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda Ribut Eko Suyatno menegaskan bahwa operasi pencarian akan diperpanjang. 

Meskipun sesuai standar operasi SAR harusnya berakhir pada Selasa (8/7/2025), arahan dari Kepala Basarnas dan permintaan langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto, memastikan pencarian tidak akan dihentikan sebelum seluruh korban berhasil ditemukan.

“Kita tambah waktu pencarian tiga hari kedepan. Bahkan jika diperlukan, kita akan melakukan pengangkatan bangkai kapal. Ini juga menjadi harapan besar dari para keluarga korban,” kata Eko.

Hingga kini operasi pencarian dilakukan secara menyeluruh melalui jalur laut, udara, dan darat. Semua potensi sumber daya telah dikerahkan, termasuk kapal canggih dan teknologi bawah laut untuk mempercepat proses evakuasi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#evakuasi #korban #tni al #panglima #kri #selat bali #bmkg #KMP Tunu Pratama Jaya #Gelombang #basarnas #pencarian #kapal #penyelam #sar