SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Tim SAR Gabungan kembali menemukan dua orang korban dari peristiwa tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali, pada Rabu (2/7/2025) pekan lalu.
Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di perairan Kabupaten Jembrana, pada Rabu (9/7/2025) pagi. Mereka diidentifikasi sebagai korban ke-41 dan korban ke-42.
Korban ke-41 ditemukan di perairan Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Kabupaten Jembrana, Bali. Jenazahnya ditemukan mengapung sekitar dua kilometer dari bibir pantai sekitar pukul 07.00 pagi.
Jenazah korban terlihat mengenakan celana pendek berwarna biru dengan kaos berwarna hitam. Jenazahnya sempat dibawa ke RSU Negara, lalu dibawa ke RSUD Blambangan untuk proses identifikasi.
Sementara korban ke-42 ditemukan sekitar pukul 08.30 pagi. Dia ditemukan di perairan Desa Pengambengan.
Jenazah kemudian dievakuasi melalui Pantai Pebuahan untuk selanjutnya dibawa ke RSU Negara. Setelah sempat disemayamkan di RSU Negara, jenazah juga dibawa ke RSUD Blambangan untuk proses identifikasi.
Dari proses pemeriksaan di RSUD Blambangan, korban ke-41 hingga Rabu (9/7/2025) malam belum berhasil teridentifikasi. Sementara korban ke-42 sudah berhasil teridentifikasi.
“Dari dua korban tersebut, satu korban sudah berhasil teridentifikasi,” ungkap Deputi Operasi SAR Basarnas, Laksamana Muda R. Eko Suyatno.
Adapun korban ke-42 teridentifikasi sebagai warga Buleleng. Dia adalah Putu Mertayasa, 43, pria yang beralamat di Dusun Pasar, Desa Anturan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Bali.
Nama Putu Mertayasa sebenarnya tercantum dalam manifest penumpang. Namun identitasnya tidak tertulis jelas. Hanya tercantum nama “Putu” dengan alamat Tabanan.
Rencananya jenazah mendiang langsung dibawa menuju rumah duka di Desa Sangsit, Kabupaten Buleleng. Keluarga masih berkoordinasi untuk upacara penguburan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya