RadarBuleleng.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus memunculkan masalah, kasus demi kasus hadir tanpa henti.
Di Yogyakarta dua ratus emak-emak memukul panci dan berbagai perkakas dapur di pinggir jalan, tepatnya di Bunderan UGM, sebagai bentuk protes. Bagi mereka, program itu harus dihentikan.
Dalam aksi damai bertajuk 'Kenduri Suara Ibu Indonesia' itu, emak-emak menyuarakan lima tuntutan terkait MBG, salah satunya meminta pertanggungjawaban atas keracunan masal.
Setidaknya, menurut data dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), total 6.452 anak telah menjadi korban keracunan MBG hingga 21 September 2025.
Melansir akun Instagram @suaraibuindonesia, aksi ini juga diwarnai dengan poster-poster protes yang unik.
Salah satu poster bertuliskan “Masakan ibuku lebih enak”, ada pula “MBG: Makan Beracun Gratis.”
Cari Chef Impor
Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) membuka kesempatan kerja besar-besaran bagi para chef untuk bergabung di dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Selama ini kebijakan kita, seluruh dapur itu karyawannya harus orang lokal. Nah terpaksa kita harus impor (rekrut) nih nanti kalau chef," kata Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang.
Nanik pun menyebut ada sekitar 60 ribu chef yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan 30 ribu dapur MBG di seluruh Indonesia.
Karena sesuai aturan yang baru, dalam satu dapur SPPG wajib terdapat dua chef bersertifikat.
“Makanya kita buka peluang untuk para chef silahkan mendaftar,” ujarnya.
Keberadaan chef ditengarai dapat menangani sekian masalah dalam menu MBG.
Pasalnya, memasak dalam jumlah besar membutuhkan teknik khusus, mulai dari pengaturan suhu hingga pemilihan bahan makanan.
"Chef ini akan dibuka, bisa jadi dari teman mungkin di Sumatera lagi nggak punya kerjaan. Chef di sana bisa mendaftar ini di Jawa, bisa mendaftar ke seluruh dapur-dapur MBG,” katanya.
Meski begitu, peran ibu-ibu lokal tetap dibutuhkan sebagai helper (pembantu chef), yakni membantu tugas pemotongan bahan hingga menggoreng.
“Tapi penentunya pimpinan dapurnya itu harus chef,” pungkas Nanik.(*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya