RadarBuleleng.id - Kementerian Keuangan tengah menyiapkan langkah tegas untuk menertibkan praktik penyelundupan barang impor tanpa dokumen resmi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, operasi besar-besaran akan dilakukan untuk membongkar jaringan oknum yang terlibat, terutama dalam penyelundupan rokok ilegal, tekstil, dan baja.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk melindungi industri dalam negeri dan menutup kebocoran penerimaan negara.
Menurut Purbaya, praktik penyelundupan yang selama ini terjadi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mengancam persaingan sehat antar pelaku usaha.
“Barang-barang selundupan akan saya tutup. Yang suka main selundup hati-hati, saya tangkap. Sebentar lagi akan ada penangkapan besar-besaran,” tegasnya.
Operasi penertiban tersebut difokuskan pada area pintu masuk utama barang impor, seperti pelabuhan dan bandara, yang dinilai rawan menjadi jalur masuk barang ilegal.
Kementerian Keuangan juga akan memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum dan lembaga pengawasan lain, untuk memastikan proses hukum terhadap para pelaku berjalan tanpa pandang bulu.
Purbaya menegaskan, pihaknya tidak akan gentar menghadapi siapapun yang berada di balik jaringan penyelundupan tersebut.
“Saya enggak peduli di belakangnya siapa. Saya enggak takut, pasti beres,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk menindak oknum di internal aparat pengawasan jika terbukti terlibat.
Selain rokok ilegal, penyelundupan pada sektor tekstil dan baja juga menjadi perhatian khusus.
Kedua sektor ini dinilai paling banyak mengalami kerugian akibat praktik impor tanpa izin, yang membuat industri lokal kesulitan bersaing di pasar domestik.
Menkeu menilai, jika praktik ini tidak segera diberantas, potensi penerimaan negara bisa terus menurun dan investasi industri nasional akan terhambat.
Langkah bersih-bersih ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah ingin mengakhiri praktik “main mata” antara pelaku usaha dan oknum aparat di lapangan.
Pemerintah berharap tindakan tegas ini dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga pengawasan, termasuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Hingga kini, belum disebutkan secara rinci kapan operasi tersebut akan dilaksanakan dan siapa saja yang menjadi target utama.
Namun, Purbaya memastikan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan langkah taktis agar operasi berjalan efektif dan transparan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya