Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Muncul Lagi di Publik, Ahmad Syahroni Ceritakan Momen Rumahnya Dijarah Massa

Acep Tomi Rianto • Rabu, 5 November 2025 | 20:17 WIB
Ahmad Sahroni kembali muncul ke hadapan publik. Dia menggelar doa bersama dan minta izin bangun rumah.
Ahmad Sahroni kembali muncul ke hadapan publik. Dia menggelar doa bersama dan minta izin bangun rumah.

RadarBuleleng.id - Sempat menghilang selama beberapa bulan, anggota DPR RI non aktif, Ahmad Sahroni, akhirnya muncul ke publik.

Dia pun menceritakan secara rinci momen mencekam saat rumah pribadinya di kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, diserbu dan dijarah massa pada akhir Agustus 2025.

Sahroni menyebut bila peristiwa tersebut tak ubahnya seperti "drama film" yang muncul di layar kaca.

Saat aksi penjarahan terjadi, ia mengaku menyelamatkan diri dengan cara bersembunyi di atas plafon. Bahkan ia sempat terjatuh dari plafon.

Cerita itu ia sampaikan saat menggelar doa bersama dan silaturahmi dengan ulama serta warga setempat pada Minggu (2/11/2025) lalu.

Sahroni menuturkan, saat massa mulai beringas melempar batu dan menjebol pagar, ada delapan orang di dalam rumah, termasuk dirinya dan kerabat.

Saat enam orang berhasil menyelamatkan diri lewat jalan lain, Sahroni terpaksa mencari tempat persembunyian sendirian di dalam rumah.

"Akhirnya, saya berpikir, saya harus ke atas. Saya masuk ke kamar mandi, lalu naik ke plafon yang ukurannya kecil. Saya hancurkan plafon itu sekalian. Tapi ternyata, plafon itu tidak kuat menahan berat saya," ucapnya.

Upaya persembunyian Sahroni nyaris gagal total. Plafon yang dipanjatnya jebol.

"Plafonnya enggak kuat, saya jatuh! Saya jatuh ke kamar mandi," ujar Sahroni dengan nada bergetar.

Setelah terjatuh, Sahroni bersembunyi di dalam kamar mandi dengan pintu terbuka. Ia sempat bersiap diri andai nyawanya terenggut malam itu.

"Saya satu jam pertama duduk, Bapak Ibu. Sudah berserah diri kepada Allah SWT. Kalaupun hari itu meninggal, saya ikhlas," tambahnya.

Dalam kondisi terjebak, Sahroni sempat berhadapan langsung dengan warga yang menjarah dan masuk ke kamar mandi. Keadaan wajahnya yang penuh debu dari plafon yang jebol ternyata menjadi penolongnya.

"Ada tiga orang melihat saya, dan bertanya. Waktu itu, wajah saya sudah saya beri debu," tuturnya. "Saya jawab, 'Saya penjaga rumah.' Orang itu, alhamdulillah tidak curiga dan menyuruh saya diam, lalu mereka pergi," ucapnya.

Setelah situasi mereda, Sahroni berhasil lolos dan mendapatkan perlindungan dari tetangganya. Ia menceritakan momen dramatis saat ia memanjat genteng untuk melarikan diri.

"Saya ucapkan terima kasih buat Pak Haji Dhani dan istri yang telah menerima saya di rumah belakang pada saat saya persis jam 22.15 WIB malam. Saya lompat dari belakang ke rumahnya beliau. Kalau bukan karena warga itu, mungkin saya tidak selamat," ucapnya.

Meskipun mengalami kerugian material yang besar, di mana barang-barang berharga hingga foto keluarga dijarah, Sahroni menegaskan dirinya tidak menaruh dendam terhadap para pelaku, bahkan menyambut baik kembalinya sejumlah barang jarahan.

Alih-alih menuntut, Sahroni justru menegaskan dirinya tidak menyimpan dendam. Ia ingin fokus pada pembangunan kembali rumah dan hubungan baik dengan warga.

Dalam acara doa bersama tersebut, Sahroni meminta izin kepada warga untuk segera membangun kembali rumahnya yang rusak parah akibat penjarahan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 
Editor : Eka Prasetya
#ahmad sahroni #anggota #dpr ri #plafon #tanjung priok #massa #drama #doa bersama #silaturahmi