Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Optimalkan Layanan Bedah, RSUD Buleleng Siapkan Enam Ruang Operasi Baru Tahun Depan

Eka Prasetya • Jumat, 5 Desember 2025 | 16:18 WIB

 

Potret operasi TKR di RSUD Buleleng.
Potret operasi TKR di RSUD Buleleng.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemerintah mengklaim akan meningkatkan layanan di RSUD Buleleng tahun depan.

Peningkatan layanan itu menyasar khususnya layanan bedah yang saat ini dinilai masih sangat terbatas.

Rencananya pemerintah akan membangun enam ruang operasi modern. Sehingga pasien tidak perlu lagi antre jadwal operasi selama berbulan-bulan.

Hal itu diungkapkan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, saat ditemui di Rumah Jabatan Bupati Buleleng pada Kamis (4/12/2025).

Sutjidra menegaskan, peremajaan fasilitas bedah menjadi kebutuhan mendesak mengingat ruang operasi kini sudah kewalahan melayani pasien.

“Sekarang ada enam ruang operasi. Dua di UGD, dua di belakang, dan dua lagi kondisinya tidak layak. Pasien bisa antre sampai dua bulan. Kasus emergensi pun sering harus dirujuk karena keterbatasan ruang,” ujar Sutjidra.

Enam ruang operasi baru itu akan dibangun dalam gedung baru yang terintegrasi dengan Gedung Ponek dan Kamboja. 

Desainnya mengadaptasi standar ruang bedah RSUP Prof. Ngoerah Sanglah, lengkap dengan fasilitas modern untuk tindakan elektif maupun emergensi.

“Kalau ini terwujud, RSUD Buleleng akan menjadi rumah sakit kedua setelah Sanglah yang punya kamar operasi dengan standar seperti ini,” jelasnya.

Setiap ruang operasi diperkirakan membutuhkan anggaran hingga 7 miliar. Dana itu mencakup pembangunan fisik dan penyediaan peralatan medis. 

Dengan hadirnya fasilitas baru ini, peluang melakukan tindakan subspesialis di Buleleng semakin terbuka.

“Kalaupun dokter subspesialis masih terbatas, kita bisa kerja sama dengan Sanglah untuk supervisi. Ditambah nanti ada dokter-dokter kita yang sedang menempuh pendidikan subspesialis,” kata Sutjidra.

Lebih lanjut Sutjidra mengatakan, penambahan gedung bukan lagi kebutuhan opsional melainkan keharusan, mengingat kondisi RSUD Buleleng semakin padat dan banyak ruang pelayanan sudah tidak relevan dengan kebutuhan saat ini. 

Dengan ruang operasi baru, pasien diharapkan tidak lagi mengantre berbulan-bulan untuk mendapatkan tindakan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#operasi #ruang operasi #ugd #fasilitas #bupati buleleng #Bedah #medis #Nyoman Sutjidra #pasien #antre #buleleng #rsud buleleng #layanan