Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Banjir Bandang Aceh Utara Tinggalkan Kerusakan Parah, Biaya Rekonstruksi Diperkirakan Rp 20 Triliun

Rizki Maulizar • Senin, 29 Desember 2025 | 01:54 WIB

 

TERSERANG PENYAKIT: Aktivitas di posko pengungsian Meunasah Kedai, Aceh Utara. Pengungsi mengeluh terserang gatal dan ISPA.
TERSERANG PENYAKIT: Aktivitas di posko pengungsian Meunasah Kedai, Aceh Utara. Pengungsi mengeluh terserang gatal dan ISPA.

RadarBuleleng.id - Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Utara meninggalkan dampak kerusakan besar dan luka panjang bagi masyarakat. 

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara mencatat jumlah warga terdampak mencapai 433.064 jiwa atau 124.549 kepala keluarga (KK).

Bencana tersebut tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga merusak infrastruktur dasar dan sumber penghidupan warga. 

Ribuan rumah porak-poranda, fasilitas umum lumpuh, serta lahan pertanian dan tambak rusak parah.

Plt. Sekda Aceh Utara, Jamaluddin menyebutkan, kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana diperkirakan lebih dari Rp 20 triliun. 

Dana tersebut dibutuhkan untuk pemulihan rumah warga, infrastruktur publik, sarana ekonomi, hingga penataan kembali wilayah terdampak.

“Kita membutuhkan lebih dari Rp 20 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir di Aceh Utara,” ujar Jamaluddin.

Berdasarkan data Posko Bencana Banjir BPBD Aceh Utara per 27 Desember 2025, tercatat sebanyak 19.047 KK atau 67.876 jiwa mengungsi di 210 titik pengungsian. 

Selain itu, korban meninggal dunia mencapai 213 orang, sementara enam lainnya masih dinyatakan hilang.

Kerusakan fisik akibat banjir terbilang masif. Rumah warga yang terendam mencapai 72.364 unit. 

Dari jumlah tersebut, 3.506 rumah dinyatakan hilang, 6.236 rusak berat, 16.325 rusak sedang, dan 20.280 rusak ringan. 

Sektor pertanian turut terdampak dengan 14.509 hektare sawah dan 10.674 hektare tambak terendam banjir.

Pemerintah daerah memperkirakan pemulihan kehidupan masyarakat Aceh Utara membutuhkan waktu panjang, mengingat skala kerusakan yang sangat luas. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#infrastruktur #rekonstruksi #rumah #aceh utara #pertanian #fasilitas umum #banjir bandang #aceh #bencana #bpbd