RadarBuleleng.id - Musik dan budaya Indonesia Timur menjadi magnet utama Indonesia Fair 2026 yang digelar di kompleks Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing, Tiongkok, Sabtu (15/8/2026).
Sekitar 6.000 orang pengunjung memadati area KBRI untuk menikmati pertunjukan seni sekaligus mencicipi beragam produk Indonesia.
Sejumlah penyanyi, di antaranya Chesylino, Wulan Sari, dan Rizky Teng, membawakan lagu-lagu populer seperti Tor Monitor, Terserah, Maumere, Ayo Mama, Yamko Rambe Yamko, hingga Tabola Bale. Irama musik khas Indonesia Timur membuat pengunjung ikut bergoyang mengikuti alunan lagu.
Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun mengatakan, Indonesia Fair tahun ini sengaja menampilkan keragaman budaya Indonesia, dengan menonjolkan kekayaan budaya dari kawasan timur Nusantara.
"Indonesia kaya akan keragaman budaya. Saya sendiri juga berasal Maluku, tepatnya Pulau Tanimbar yang juga kaya akan budaya. Pada Indonesia Fair tahun ini, kami menampilkan ragam budaya dari Indonesia Timur, mulai Bali, Maluku hingga ke Papua," ujar Djauhari.
Menurut dia, Indonesia Fair bukan hanya menjadi ajang promosi budaya dan produk Indonesia. Kegiatan tahunan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Tiongkok.
"Hari ini kita merayakan kebersamaan di tengah keragaman. Saya berharap sahabat-sahabat di Tiongkok khususnya Beijing dapat menikmati aneka budaya, musik, dan produk Indonesia," imbuhnya.
Sebelum acara dimulai, KBRI Beijing juga menyampaikan ucapan duka dan keprihatinan atas gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur pada Sabtu pagi.
Selain penampilan Chesylino, Wulan Sari, dan Rizky Teng, panggung Indonesia Fair turut diramaikan Trio Obras atau Oratmangun Brothers yang beranggotakan Djauhari, Dharma, dan Irbayana Oratmangun. Mereka membawakan sejumlah lagu nasional serta lagu daerah dari Indonesia Timur, termasuk Cerlele Cerlele dan Sio Mama.
Penyanyi Daniel Pattinama, yang merupakan alumnus The X Factor Indonesia, juga tampil membawakan sejumlah lagu populer.
Pertunjukan budaya semakin beragam dengan kehadiran Papua Baday, kelompok mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di Politeknik Jining, Tiongkok. Kelompok tersebut menampilkan kesenian khas Papua.
Sementara itu, Yingde, sanggar tari asal Yingde, Provinsi Guangdong, ikut membawakan sejumlah tarian Nusantara. Sanggar yang didirikan warga Tiongkok kelahiran Indonesia itu menampilkan tari Janger, Harmoni Nusantara, dan Tari Enggang.
Mahasiswa Indonesia di Beijing juga ambil bagian melalui pertunjukan akapela dengan membawakan lagu daerah seperti Rasa Sayange dan Ayo Mama.
Tak hanya budaya, Indonesia Fair 2026 juga menjadi ajang promosi produk dan ekonomi kreatif Indonesia. Sekitar 30 stan menghadirkan berbagai produk kerajinan, batik, makanan, dan minuman Indonesia yang telah memasuki pasar Tiongkok.
Beragam produk seperti air kelapa, sarang burung walet, hingga durian turut ditawarkan kepada pengunjung. Produk makanan Indonesia, seperti Indomie, Kopi Kapal Api, Tango, Mi Gemez, Mi Sedaap, Kara Santan, dan kerupuk udang juga menjadi incaran pengunjung.
Durian Indonesia bahkan habis terjual hanya dalam waktu sekitar dua jam.
Pengunjung juga dapat menikmati aneka kuliner khas Indonesia, mulai martabak, bakso, siomay, sate ayam, sate Padang, nasi goreng, hingga makanan Nusantara lainnya.
Sejumlah sajian tersebut disediakan oleh berbagai stan, termasuk dua restoran Indonesia di Beijing, Warisan dan NomNom.
Pada kesempatan tersebut juga diumumkan pemenang video kampanye media sosial mengenai penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Tiongkok yang digelar Bank Indonesia. QRIS diketahui telah dapat digunakan di Tiongkok setelah diluncurkan pada Juni lalu.
Indonesia Fair 2026 juga diisi peluncuran buku mengenai Bali karya penulis Tiongkok Yen Lu serta peluncuran fase kedua program V Start Snack Video. Program tersebut mencakup pengembangan kapasitas content creator dari berbagai desa di Indonesia.
Djauhari mengatakan, Indonesia Fair menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan Indonesia-Tiongkok melalui pertukaran budaya sekaligus promosi produk Indonesia.
Dia menyebut kemitraan komprehensif kedua negara terus mengalami penguatan dalam beberapa tahun terakhir. Nilai perdagangan Indonesia-Tiongkok tercatat lebih dari USD 167 miliar pada 2025 dan mencapai lebih dari USD 102 miliar pada enam bulan pertama 2026. Sementara investasi Tiongkok ke Indonesia pada 2025 mencapai sekitar USD 7,5 miliar.
Indonesia Fair 2026 merupakan hasil kolaborasi KBRI Beijing, Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Beijing, dan Indonesia Chamber of Commerce in China (INACHAM). (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng