HUT RI ke-81 di Beijing, Luncurkan Buku Gagasan Hubungan Indonesia-Tiongkok

Eka Prasetya • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:30 WIB
LUNCURKAN BUKU: Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun (paling kanan) saat meluncurkan buku “Indonesia-Tiongkok: Siapa Melakukan Apa?” di KBRI Beijing. (KBRI Beijing)
LUNCURKAN BUKU: Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun (paling kanan) saat meluncurkan buku “Indonesia-Tiongkok: Siapa Melakukan Apa?” di KBRI Beijing. (KBRI Beijing)

 

RadarBuleleng.id - Suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI terasa hingga Beijing, Tiongkok. 

Sekitar 200 orang warga negara Indonesia (WNI), diaspora, mahasiswa, profesional, serta warga Tiongkok keturunan Indonesia berkumpul di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing untuk mengikuti upacara bendera, Minggu (17/8/2026).

Upacara berlangsung khidmat sekaligus meriah dan dipimpin langsung Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun. Sejumlah peserta bahkan datang dari Jakarta khusus untuk ikut merayakan HUT RI di KBRI Beijing.

Salah satu momen yang mendapat perhatian dalam rangkaian upacara adalah doa bersama untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Seluruh peserta mendoakan para korban dan keluarga yang terdampak bencana agar diberikan kekuatan dalam menghadapi masa sulit.

Dubes Djauhari juga menyampaikan simpati mendalam kepada masyarakat yang terdampak gempa. Dia berharap para korban dan keluarga yang terdampak dapat segera memulihkan kondisi serta kembali menjalani kehidupan dengan semangat.

Dalam pesannya, Djauhari mengajak seluruh masyarakat Indonesia menjaga semangat dan optimisme untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, termasuk menuju target Indonesia Emas 2045.

"Indonesia maju dapat dicapai dengan kerja sama kita semua. Khusus untuk generasi muda, saya juga ingin mendorong agar terus semangat dan berkontribusi untuk mendukung pembangunan bangsa Indonesia," ujar Djauhari.

Rangkaian peringatan HUT RI di KBRI Beijing kemudian dilanjutkan dengan peluncuran buku “Indonesia-Tiongkok: Siapa Melakukan Apa?”.

Buku tersebut berisi kumpulan pemikiran, analisis, serta rekomendasi mengenai upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok.

Buku itu merupakan hasil sayembara menulis yang digelar dalam rangka memperingati 76 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Tiongkok.

Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT), Al Busya Basnur, mengatakan sayembara tersebut mendapat respons besar dari masyarakat. Lebih dari 700 peserta mengikuti kompetisi menulis yang digelar pada awal 2026.

"Sayembara menulis Indonesia-Tiongkok, 'Siapa Melakukan Apa' diikuti oleh lebih dari 700 peserta, suatu animo yang luar biasa. Buku ini menghadirkan 30 tulisan terbaik, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan hubungan bilateral kedua negara," ujar Al Busya.

Sayembara tersebut merupakan hasil kolaborasi PPIT, KBRI Beijing, Kementerian Luar Negeri RI, serta Indonesia-China Partnership Institution (ICPI)-President University.

Dua pemenang utama sayembara, Ayu Prawitasari dan Sulthan Daffa Alzana, juga hadir dalam peringatan HUT RI ke-81 di KBRI Beijing.

Suasana perayaan semakin semarak setelah upacara. Para peserta bersama-sama menyanyikan sejumlah lagu nasional, di antaranya "Maju Tak Gentar", "Halo-Halo Bandung", dan "Hari Merdeka".

Zhunzhun, salah seorang warga Tiongkok yang orang tuanya lahir di Indonesia, turut larut dalam suasana tersebut. Dia bahkan ikut menyanyikan lagu-lagu nasional Indonesia bersama peserta lainnya.

"Saya banyak hapal lagu-lagu Indonesia, dan saya senang dapat hadir merayakan bersama hari kemerdekaan ini," ujarnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
KBRI Beijing tiongkok buku kemerdekaan hut ri