RadarBuleleng.id – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, akhirnya angkat bicara menanggapi derasnya kritik dan gelombang sorotan publik terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sudaryono menilai, keriuhan yang terjadi di jagat maya cenderung didorong oleh motif ideologis dan kepentingan politik.
Menurutnya, kondisi realitas di lapangan tidak menunjukkan adanya gejolak berarti di tengah masyarakat penerima manfaat.
"Kenapa ramai? Satu, masalah ideologis dan urusan politik. Yang ramai guru, orang tua siswa, wartawan, hingga oknum LSM. Kalau di bawah, masyarakat sebenarnya tidak ada masalah dengan MBG," tegas Sudaryono, Senin (14/9/2026).
Selain pengaruh eksternal, ia tak memungkiri adanya keluhan dari internal BGN sendiri yang turut memperkeruh suasana di media sosial.
Hal itu dipicu oleh langkah tegas yang ia ambil dalam mendisiplinkan para petugas lapangannya.
Meski diterpa tekanan dari berbagai pihak, Sudaryono memastikan tidak akan mengendurkan pengawasan.
Ia bahkan mengklaim telah menutup ribuan unit penyedia makanan yang tidak memenuhi standar mutu.
"Saya baru saja menutup hampir 2.000 dapur yang dinilai bermasalah. Pasukan saya sendiri berkeluh kesah di sosmed, menambah narasi negatif. Tapi saya tidak peduli, disiplin harus ditegakkan," tegasnya.
Tak berhenti di situ, BGN juga menyiapkan sanksi berat bagi jajaran Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ceroboh hingga memicu kasus keracunan makanan. Mereka dipastikan tidak akan diperpanjang masa kontrak PPPK-nya.
Sudaryono menegaskan BGN akan terus membenahi kekurangan dalam program MBG dan menargetkan seluruh persoalan operasional dapat teratasi dalam waktu dekat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : jawapos.com