Habiskan Anggaran Rp 139,7 Triliun! Program MBG Menyasar 56,9 Juta Warga

Jawapos Source control • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 12:00 WIB
ilustrasi dapur MBG.
ilustrasi dapur MBG.

 

RadarBuleleng.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), terus menunjukkan progres masif. 

Hingga pertengahan September 2026, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat realisasi penyerapan anggaran program ini telah menembus Rp 139,77 triliun, atau 63,89 persen dari total pagu anggaran tahun 2026 yang mencapai Rp 218,77 triliun.

Besarnya serapan dana triliunan tersebut sejalan dengan jumlah penerima manfaat yang telah mencapai 56,99 juta jiwa per 31 Agustus 2026. Angka ini mencakup 76,45 persen dari total target 74,56 juta penerima manfaat tahun ini.

Kepala BGN, Sudaryono, di hadapan Komisi IX DPR RI pada Selasa (17/9/2026), menegaskan bahwa saat ini pemerintah tengah fokus membenahi tata kelola agar sisa anggaran sekitar Rp 79 triliun hingga akhir tahun bisa tereksekusi secara akuntabel dan tepat sasaran.

"Realisasi anggaran Program MBG sampai 16 September 2026 telah mencapai Rp 139,77 triliun. Pada saat yang sama, kami terus melakukan pembenahan tata kelola agar pelaksanaan program semakin tepat sasaran dan kualitas layanannya tetap terjaga," ungkap Sudaryono.

Berdasarkan data pencatatan per 31 Agustus 2026, kelompok usia sekolah menjadi penikmat porsi anggaran terbesar dengan total serapan Rp 125,45 triliun, sementara kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menyerap anggaran sebesar Rp 14,32 triliun.

Dari total alokasi sektor pendidikan, siswa jenjang SD/MI sederajat memperoleh realisasi anggaran terbesar yakni mencapai Rp 55,13 triliun. 

Anggaran ini disusul oleh jenjang SMP/MTs sederajat sebesar Rp 25,34 triliun, siswa SMA/MA/SMK sederajat sebesar Rp 21,64 triliun, serta kelompok PAUD, RA, dan TK yang menyerap Rp 14,65 triliun. 

Selain itu, para santri mencatatkan realisasi Rp 4,97 triliun dan satuan pendidikan khusus (SLB) menyerap sekitar Rp 239,99 miliar.

Untuk kelompok kesehatan masyarakat, anggaran yang terealisasi bagi balita mencapai Rp 7,34 triliun, disusul kelompok ibu menyusui sebesar Rp 4,10 triliun, dan ibu hamil sebesar Rp 2,42 triliun. 

Pemerintah juga merinci adanya realisasi sebesar Rp 3,49 triliun untuk kelompok pendukung lainnya di lingkup pendidikan serta Rp 458,39 miliar untuk kelompok pendukung di sektor kesehatan.

Di tengah masifnya penyaluran dana, pemerintah melakukan penyesuaian sasaran penerima. 

Sebanyak 1.653 satuan pendidikan resmi dikeluarkan dari daftar penerima manfaat. 

Langkah tegas ini diambil BGN untuk memastikan program MBG benar-benar menjangkau kelompok yang paling membutuhkan intervensi gizi, terutama di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

"Refocusing ini kami lakukan agar program semakin tepat sasaran. Jadi, selisih terhadap target penerima manfaat bukan berarti program berhenti. Ini bagian dari pembenahan agar ekspansi MBG berjalan aman, akuntabel, dan berkelanjutan," tegas Sudaryono. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Malang
Makan Bergizi Gratis Anggaran MBG 2026 Sudaryono Berita Ekonomi Nasional badan gizi nasional